Bahaya Menahan Kentut, Bisa Masuk ke Aliran Darah, Ungkap Dokter

photo author
Tim Liputan Bekasi 02, Liputan Bekasi
- Senin, 20 September 2021 | 23:05 WIB
Ilustrasi kentut. (/Pixabay/OpenClipart)
Ilustrasi kentut. (/Pixabay/OpenClipart)

LIPUTAN BEKASI - Terkadang membuat seseorang menjadi malu apalagi saat berada di tengah kerumunan banyak orang, kentut menjadi fenomena di dalam tubuh.

Saat sedang bersama dengan orang lain, sehingga tak sedikit orang yang memilih menahan kentut.

membuat seseorang merasa tidak nyaman untuk kentut sembarangan kadang mengeluarkan aroma tak sedap, gas yang dikeluarkan dari dalam tubuh.

tapi tahukan Anda bahwa menahan kentut itu berbahaya?, Bahkan kentut sembarangan di depan umum dinilai sebagai perilaku yang buruk dan tidak sopan.

Baca Juga: Indro Buka Suara Soal 3 Pemuda Mirip Warkop DKI,Dono, kasino, indro

Dikutip liputanbekasi.com dari Pikiran Rakyat dengan judul "Dokter Ungkap Bahaya Menahan Kentut, Bisa Masuk ke Aliran Darah."

Seorang ahli bedah dari NHS memberikan peringatan dalam sebuah unggahan di media sosial TikTok.

Dr. Karan Rajan mengatakan bahwa menahan perut kembung dapat menyebabkan gas yang harusnya keluar, masuk lagi ke aliran darah.

Baca Juga: untuk Biaya Pernikahan, Ria Ricis Ingin Menjual Rumahnya

"Jika Anda menahan kentut terlalu lama, itu dapat diserap kembali ke dalam aliran darah Anda dan dihembuskan saat Anda menghembuskan napas," tuturnya, dikutip dari akun TikTok @Dr.karanr.

Sudah lebih dari 2 juta penonton yang melihat video edukasinya tentang fakta menarik soal kentut.

Dr. Karan Rajan membagikan informasi tentang berapa kali rata-rata orang kentut dalam sehari hingga ilmu mengapa seseorang bisa kentut.

Baca Juga: Tangis Paula Pecah Tak Tega Lihat Kiano Tidak Berdaya di RS, Baim Wong Stres

Dia mengklaim rata-rata orang kentut sebanyak 14 kali sehari dan mengatakan "semakin banyak maka akan semakin meriah" karena penting untuk mengeluarkan penumpukan gas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nurrijal Fahmi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X