PP PBSI Tidak Menyangka Tim Garuda Gagal Meraih Medali Emas Pada Kejuaraan Dunia 2022

photo author
Ratih Tsamara Setiani, Liputan Bekasi
- Rabu, 31 Agustus 2022 | 18:00 WIB
PP PBSI (wartakotalive.com)
PP PBSI (wartakotalive.com)
 
LIPUTANBEKASI.COM - PP PBSI tidak menyangka tim Garuda gagal meraih medali emas pada kejuaraan dunia bulu tangkis yang digelar di Jepang pekan lalu.
 
Tim Indonesia meraih perak bersama Mohammad Afsan/Hendra Setiawan dan perunggu bersama Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
 
Ahsan/Hendra meraih perak setelah kalah dari pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik di final.
 
Sementara itu, Fajar/Rian kalah dalam duel semifinal All-Indonesia akibat kalah dari Ahsan/Hendra.
 
 
Menurut, Divisi PBSI dan Kepala Pengembangan PBSI, Rionny Mainakey, mengatakan: 
 
"Atas nama tim Indonesia di Piala Dunia, saya meminta maaf kepada semua orang karena tidak mencapai tujuan mereka. Sangat mengecewakan bahwa ganda putra bertemu di semifinal."
 
“Ahsan/Hendra berjuang keras di final, tapi lawan mereka sebenarnya lebih baik,” tambah Rionny.
 
 
Rionny mengatakan dia telah berdiskusi dengan staf pelatih tentang mengevaluasi hasil yang dicapai para pemain.
 
Intinya, pemain latihan nasional diharapkan bekerja lebih keras dan meningkatkan teknik bermain mereka.
 
“Ketika saya bermain, saya melihat anak-anak saya berjuang. Tapi itu tidak mudah di Piala Dunia. Berjuang saja tidak cukup," kata Rionny.
 
 
"Saya tidak berbicara tentang stamina lagi. Tapi bagaimana Anda bertarung di lapangan juga harus dikombinasikan dengan teknik permainan Anda."
 
Rionny juga meminta pemain untuk menganalisis permainan lawan melalui video pertandingan dan melakukan penyesuaian pola makan.
 
"Anak-anak harus terus menonton video pertandingan dan menganalisis permainan lawan mereka," kata Rionny.
 
 
“Dengan beragamnya karakter musuh dan pola permainan yang berkembang, akan sulit jika tidak dapat diprediksi,” kata Rionny. 
 
“Gizi dan asupan makanan juga harus dipantau, harus baik. Tidak boleh sembarangan,” lanjut Rionny.
 
Oleh karena itu, Rionny menginginkan agar evaluasi dilakukan oleh pembimbing pelatih sebagai pemain yang akan berlaga di turnamen berikutnya, Japan Open 2022.
 
 
"Saya meminta pelatih untuk mengevaluasi anak-anak, mengawasi mereka dan memotivasi mereka," kata Rionny. 
 
“Saya harap kita semua bisa lebih kompak dan solid serta saling mendukung sehingga bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dan merebut gelar di Japan Open 2022,” tutup Rionny.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Defrin Zakiyah Insani

Sumber: PBSI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X