LIPUTANBEKASI. COM - Kawasan Rawan Bencana gunung api (KRB) adalah kawasan yang pernah terlanda atau diidentifikasi berpotensi terancam bahaya erupsi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Peta Kawasan Rawan Bencana gunung api merupakan peta petunjuk tingkat kerawanan yang berpotensi menimbulkan bencana pada suatu kawasan apabila terjadi erupsi gunung api.
Peta Kawasan Rawan Bencana gunung api disusun berdasarkan data geologi, kegunungapian, sebaran permukiman, dan infrastruktur.
Peta ini memuat informasi tentang jenis bahaya gunung api, daerah rawan bencana, arah atau jalur penyelamatan diri dan lokasi pengungsian.
Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Api Sorik Merapi hanya berlaku dengan syarat-syarat berikut ini.
a. Erupsi terjadi di kawah pusat,
b. Arah erupsi kurang lebih tegak lurus,
c. Tidak terjadi pembentukan kaldera,
d. Morfologi puncak gunung api relatif tidak berubah.
Sehingga apabila terjadi erupsi atau kegiatan baru yang menyimpang atau lebih besar dari erupsi atau kegiatan normal maka Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung api direvisi kembali.
Gunung Api Sorik Marapi, Kawasan Rawan Bencana III (KRB III) merupakan kawasan yang sangat berpotensi terlanda aliran piroklastik (awan panas), aliran lava, aliran lahar, lontaran batu (pijar), serta hujan abu lebat.
Di KRB III yang sangat berpotensi terancam oleh material aliran berada di daerah puncak serta kaki gunung hingga ketinggian sekitar 1600 m dari puncak, dengan radius 1 km hingga 3 km.
Di KRB III sangat berpotensi tertimpa oleh lontaran batu (pijar) berdiameter lebih dari 64 mm hingga radius 1,5 km dari puncak. Di wilayah KRB III ini tidak terdapat pemukiman penduduk.
Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda perluasan aliran lava, guguran lava, lahar, lontaran batu (pijar, serta hujan abu (lebat).
KRB dan Potensi Ancaman Jiwa Di KRB II yang berpotensi terancam oleh material aliran merupakan perluasan dari daerah KRB III meliputi kaki gunung hingga ketinggian sekitar 1000 m dari puncak.
Beberapa pemukiman yang berpotensi terlanda oleh material aliran yaitu Desa Hutabaringin Julu, Desa Huta Baringin, Desa Sibanggor Julu, Desa Huta Lombang, Desa Tanabato, Desa Pagaran Gala-Gala, dan Desa Bulu Soma.
Di KRB II yang berpotensi tertimpa oleh lontaran batu (pijar) berdiamater maksimum 64 mm hingga radius 6 km dari puncak.
Desa-desa yang berpotensi tertimpa oleh lontaran batu, yaitu: Hutabaringin Julu, Huta Baringin, Sibanggor Julu, Huta Lombang, Tanabato.
Artikel Terkait
Ada 2 Pulau di Indonesia yang Tidak Memiliki Gunung Api, Inilah 3 Alasan Konkret yang Mendasarinya!
6 Gunung Api Aktif di Wilayah Indonesia, Bahkan Letusannya Membuat Bumi Tanpa Musim Panas!
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Begini Himbauan Jarak Aman Bagi Masyarakat!
Catatan Sejarah Letusan Gunung Semeru yang Terjadi Sejak 1818!
Mengenal Gunung Api Peut Sage dengan Empat Puncak di Aceh!
Inilah 4 upaya mitigasi yang dilakukan Badan Geologi jika gunung api ini meletus!
Mengenal Gunung Api Sorik Marapi di Mandailing Natal!