Inilah 4 upaya mitigasi yang dilakukan Badan Geologi jika gunung api ini meletus!

photo author
Maleeha Farida, Liputan Bekasi
- Selasa, 13 Desember 2022 | 18:46 WIB
Peta Jaringan Pemantauan Gunung Api Bur Ni Telong   Sumber Gambar: Buku Gunung Api Indonesia
Peta Jaringan Pemantauan Gunung Api Bur Ni Telong Sumber Gambar: Buku Gunung Api Indonesia
LIPUTANBEKASI. COM - Walau Gunung Api Bur Ni Telong di Aceh, kini hanya fumarola yang berasap tipis dan lemah, bukan berarti gunung ini tak berbahaya dan tidak akan meletus kembali. 
 
Untuk mengantisipasi kemungkinan - kemungkinan bahaya yang ditimbulkannya perlu dipersiapkan peta kawasan rawan bencananya. 
 
Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Api Bur Ni Telong kemudia terbagi menjadi 3 kawasan, yaitu:
 
1. Kawasan Rawan Bencana III
 
Kawasan Rawan Bencana III, sangat berpotensi terancam awan panas guguran atau awan panas letusan, gas racun, dan guguran lava.
 
Bahkan aliran lava serta lontaran batu pijar (diameter > 6 cm). Kawasan ini meliputi radius 3 km dari kawah aktif.
 
 
2. Kawasan Rawan Bencana II 
 
Kawasan Rawan Bencana II adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, lontaran atau guguran batu (pijar), hujan abu lebat, hujan lumpur (panas), dan gas beracun. 
 
Kawasan rawan bencana II ini dibedakan menjadi dua yaitu, Kawasan rawan bencana terhadap aliran masa berupa awan panas, aliran lava dan aliran lahar.
 
Kawasan rawan bencana terhadap material lontaran dan jatuhan KRB dan potensi ancaman jiwa seperti lontaran batu (pijar), hujan abu lebat dan hujan lumpur (panas). 
 
Gunung Api Bur Ni Telong diperkirakan tidak akan menghasilkan guguran batu (pijar), hujan Lumpur (panas) maupun gas beracun. 
 
Karena ketiga jenis produk gunung api ini sering tergantung pada karakteristik gunung api tersebut. 
 
Berdasarkan sejarah letusannya ketiga jenis produk tersebut tidak tercatat. Kawasan ini meliputi radius 5 km dari kawah aktif.
 
 
3. Kawasan Rawan Bencana I 
 
Kawasan Rawan Bencana I adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar atau banjir.
 
Tak menutup kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas dan aliran lava. Kawasan ini dibedakan menjadi dua, yaitu: 
 
a. Kawasan rawan bencana terhadap aliran berupa lahar atau banjir dan kemungkinan perluasan awan panas dan aliran lava. 
 
Kawasan ini terletak di dekat lembah atau bagian hilir sungai yang berhulu di daerah puncak. 
 
b. Kawasan rawan bencana terhadap jatuhan berupa hujan abu tanpa memperhatikan arah tiupan angin dan kemungkinan dapat terkena lontaran batu (pijar). 
 
Kawasan ini meliputi radius 8 km dari kawah aktif dan daerah aliran sungai yang berhulu dari Gunung Api Bur Ni Telong.
 
Berikut ini beberapa upaya mitigasi bencana Gunung Api Bur Ni Telong, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi telah melakukan:
 
 
1. Sosialisasi kepada masyarakat yang berada dalam kawasan rawan bencana. 
 
2. Koordinasi dengan aparat daerah setempat dan institusi terkait lainnya serta pada masyarakat.
 
3. Pemantauan secara visual dilakukan dengan mengamati kondisi puncak/kawah dengan bantuan peralatan, yaitu: Kamera digital, teropong.
 
4. Pemantauan secara instrumental, meliputi pemantauan kegempaan menggunakan seismometer dan saat ini telah dipasang di 1 stasiun permanen.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Buku Gunung Api Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X