LIPUTANBEKASI.COM - Presidensi G20 memberikan dampak lain bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Pasalnya banyak turis yang membeli produk dari pelaku UMKM di Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
"Saya senang baju saya dibeli oleh turis yang datang buat G20," ucap Oni pelaku UMKM yang berusia 28 tahun kepada InfoPublik, Selasa 12 Juli 2022, di Pulau Komodo, Labuan Bajo.
Oni mengungkapkan delegasi yang datang ke acara G20 tersebut banyak membeli baju kasual juga beberapa suvenir.
Paling sedikit Oni mampu menjual dua produk kepada delegasi yang hadir di acara G20.
Produk-produk tersebut nantinya akan dijadikan oleh-oleh untuk dibawa kembali ke negara masing-masing delegasi, ungkap Oni.
"Baju dan piring laca banyak dibeli, kadang ada patung hewan komodo yang dibeli," tambah Oni.
Dengan kata lain penggelaran acara G20 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur tersebut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM.
Pelaku UMKM yang ada di sekitar Pulau Komodo, Labuan Bajo terbilang sangat banyak.
Produk-produk yang dijajakan oleh pelaku UMKM di sekitar Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur tersebut merupakan hasil kerajinan tangan sendiri.
Seperti kerajinan piring kaca, patung, kalung, hingga mangkok kaca.
Masyarakat sekitar Pulau Komodo memang menggantungkan mata pencahariannya dari hasil penjualan kerajinan tangan yang mereka buat.
Untuk desain pun merupakan buah hasil pemikiran penduduk setempat selaku pelaku UMKM Pulau Komodo.
Termasuk di dalamnya produk pakaian kasual yang dijual disana merupakan kerajinan tangan pelaku UMKM Pulau Komodo.
Seperti yang diungkapkan oleh Oni beberapa baju yang dijajakan nya merupakan hasil desainnya sendiri.
Dengan adanya gelaran acara G20 yang berskala internasional ini dapat memperkenalkan produk-produk UMKM hasil kerajinan tangan masyarakat Pulau Komodo, harap Oni.
Sehingga harapannya pembelian produk dapat berlanjut, selain itu juga diharapkan turis dapat kembali lagi.
Atau membuat kerja sama untuk pemesanan produk hasil kreativitas masyarakat Pulau Komodo, Labuan Bajo.
Dengan kata lain Oni berharap kerajinan tangan khas Indonesia dapat dikenal oleh kalangan luas, berskala internasional.
Dalam program site visit delegasi dari 2nd Sherpa Meeting G20 diajak berkeliling Labuan Bajo.
Hal ini selain memberikan kesan keindahan Labuan Bajo kepada delegasi yang hadir.
Namun juga menjadi ajang promosi yang bagus bagi pariwisata di Indonesia.
Selain Pulau Komodo Delegasi 2nd Sherpa Meeting G20 juga diajak berkeliling ke tempat wisata lainnya.
Dengan harapan nantinya bisa membawa kembali delegasi dari negara masing-masing untuk berwisata ke Indonesia.
Karena pesona keindahan Labuan Bajo yang sangat berkesan dan tak akan terlupakan.
2nd Sherpa Meeting G20 tahun 2022 sendiri dihadiri oleh 19 negara anggota, 1 anggota G20, 9 organisasi internasional, dan 6 negara undangan.***
Artikel Terkait
Indonesia Melakukan Pertemuan Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan G20
Negara Anggota G20 Sebagian Besar Hadapi Masalah Korupsi Politik
Putin Berencana Hadiri KTT G20 di Bali, RI Dilema
Maudy Ayunda Ditunjuk Jadi Juru Bicara Presidensi G20 Indonesia, Warganet: Super Bangga!
Maudy Ayunda Diberi Tugas Sebagai Juru Bicara di Presidensi G20 Indonesia
Amerika Serikat Ancam Boikot G20, Ini Kata Pemerintah RI