LIPUTANBEKASI.COM - Airlangga Hartanto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bergarap 2nd Sherpa Meeting yang sedang berlangsung dapat memberikan solusi kesejahteraan global.
G20 memiliki tanggung jawab atas hal itu, ungkap Menteri Airlangga.
Jutaan manusia menderita akibat dampak dari konflik di Ukraina, mereka mendambakan pemenuhan sandang, pangan, dan papan serta keamanan.
"Rasa kemanuasiaan kita harus menjadi yang terdepan dan utama di Labuan Bajo. Tanggung jawab kita adalah memberikan solusi untuk mengangkat orang dari keluhan mereka. Memberikan harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Untuk memastikan tidak ada orang, negara, atau wilayah yang tertinggal," ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) pada acara 2nd Sherpa Meeting, Minggu, 10 Juli 2022, di Labuan Bajo.
Baca Juga: TOD Jadi Pilihan Wagub DKI Jakarta, WAGUB: TOD Sangat Penting Bagi Perkembangan Kota Jakarta
Menko Airlangga menyebutkan begitu banyak tantangan global dalam mensejahterakan masyarakat, diantaranya:
- Adanya konflik negara yang meningkatkan inflasi,
- Ketahanan pangan yang kurang,
- Volatilitas pasar yang terjadi, dan
- Pasokan energi
Harga pangan yang kian meroket menyebabkan 323 juta orang di seluruh dunia menjadi rawan pangan.
Menurut Program Pangan Dunia PBB, ungkap Menko Airlangga.
Menurut Menko Airlangga Presidensi G20 dapat mengambil tindakan untuk melindungi masyarakat dunia.
Dengan mengatasi hambatan pertanian, rantai pasokan dan perdagangan..
Harga energi dan volatilitas pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya juga menjadi perhatian utama global.
Haru ada kerja sama yang kuat antar kelompok produsen dan konsumen energi.
Untuk memastikan sistem energi yang lebih tangguh, oleh karena itu dunia harus saling dukung.
Untuk mencapai transisi yang aman serta berkelanjutan, ini menurut International Energy Agency (IEA).
Membuat pencapaian Sustainable Development Goals (SDG's) akan semakin sulit dengan adanya beberapa hambatan.
Seperti hambatan inflasi, ketahanan pangan, dan energi yang akan menghambat ekonomi global, uangkap Menko Airlangga.
Setiap tahunnya Indonesia sendiri diperkirakan membutuhkan 4,3 Triliun untuk mencapai tujuan, sebut Menko Airlangga.
Menurut Menko Airlangga Presidensi G20 dapat memberikan solusi untuk mengatasi segala hambatan global dalam jangka panjang.
"Indonesia meminta dukungan Anda untuk menemukan konsensus tentang tindakan praktis dan nyata untuk menunjukkan bahwa G20 sebenarnya adalah forum ekonomi utama. Termasuk dalam tiga prioritas Presidensi G20 yakni Kesehatan Global, Transformasi Digital, dan Transisi Energi," tutur Menko Airlangga.
Kepresidenan menghargai setiap dukungan dari anggota dalam pembentukan Dana Perantara Keuangan (FIF) sebagai pencegahan dan manajemen kesiapsiagaan pandemi.
Hal ini diumumkan di dalam Rapat Gugus Tugas Kesehatan dan Keuangan Gabungan bulan lalu.***
Artikel Terkait
Kasus ACT Masih Terus Berlanjut, Mahfud MD Angkat Bicara
Setkab Gelar DKT seri ke-2, Hadirkan FAO Bahas Soal Pangan
Program ASO Akan Segera Diberlakukan, Kominfo: Buka Banyak Peluang Industri Kreatif
Tangis Haru Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, Ungkap Kebiasaan Positif Eril yang Menjadi Kenangan Masyarakat
Peluang Fasilitasi Diskusi Transformasi Gigital Melalui Presidensi G20 Kotak Masuk
Hashtag AdaApaDenganGojek Trending di Twitter, Berikut Kebijakan yang Dituding Blunder oleh Mitra Driver