Film Besutan Polda Papua 'Si Tikam Polisi Noken' Sepi Penonton, Veronica Koman: Mampus

photo author
Sidik Irawan, Liputan Bekasi
- Selasa, 15 Februari 2022 | 12:29 WIB
Penonton film "Si Tikam Polisi Noken" besutan Polda Papua yang dianggap sepi penonton. (Twitter/@VeronicaKoman)
Penonton film "Si Tikam Polisi Noken" besutan Polda Papua yang dianggap sepi penonton. (Twitter/@VeronicaKoman)

LIPUTANBEKASI.COM - Fim dengan judul "Si Tikam Polisi Noken" yang merupakan hasil kreasi Polda Papua akhirnya di rilis di bioskop.

Diketahui film "Si Tikam Polisi Noken" ini merupakan karya yang diangkat dari kisah nyata yang terjadi di Papua.

Selain mengangkat kisah nyata, film ini juga syarat dengan pesan nasionalis dan anti rasis dengan mengambil latar suku pedalaman Papua.

Film "Si Tikam Polisi Noken" tayang perdana di bioskop Studio 1 XXI Mall Jayapura dan ditayangkan pada 10 Februari di seluruh bioskop Indonesia.

Baca Juga: Survei Spin, Elektabilitas Prabowo Subianto Meningkat untuk Bursa Pilpres 2024

Setelah dirilis, film "Si Tikam Polisi Noken" justru mendapat tanggapan negatif dari pengacara sekaligus penggiat Hak Asasi Manusia (HAM), Veronica Koman.

Dalam keterangan tertulisnya di media sosial Twitter pada 11 Februari lalu, Veronica Koman menyoroti sepinya penonton film tersebut.

Dalam foto yang diunggah Veronica Koman, tampak Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal yang turut menyaksikan penayangan film tersebut.

Baca Juga: Banjir Gol Laga Persebaya Vs Persija, Makan Konate Selamatkan Persija dari Kekalahan

Selain itu, tampak beberapa kursi yang kosong karena sepinya penonton dalam penayangan film "Si Tikam Polisi Noken" itu.

Melalui keterangannya dalam akun Twitter @VeronicaKoman, Veronica Koman turut berkomentar terhadap foto tersebut.

"Gala premier film rasis besutan kepolisian Papua kosong melompong mampus," tulis Veronica.

Baca Juga: Vaksin Serentak untuk Lansia, Camat Tambun Utara : Semoga dengan Vaksin untuk Lansia Pandemi Berakhir

Cuitan Veronica Koman itu pun mendapatkan reaksi beragam dari warganet.

Ada yang menganggap cuitan tersebut tidak pantas untuk seorang penggiat Hak Asasi Manusia (HAM) seperti Veronica Koman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X