LIPUTANBEKASI.COM - Setelah aksi pengepungan dan penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap warga Wadas pada 8-9 Februari lalu ramai mendapat kritikan.
Pihak kepolisian kemudian membebaskan warga wadas yang ditangkap dan menarik sejumlah personel dari Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah.
Seperti diketahui penangkapan terhadap warga Wadas karena melakukan penolakan terhadap pengukuran lahan tamabang batu andesit untuk proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener.
Tidak hanya itu, bahkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan pernyataan meminta maaf dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan dan Live Streaming 3 laga BRI Liga 1 Indonesia
Namun, Pada 10 Februari, sekitar pukul 23:00 WIB, 5 mobil kepolisian kembali memasuki Desa Wadas.
Dikutip dari Twitter Wadas Melawan (@Wadas_melawan), suasana di Desa Wadas masih dalam suasana pengepungan pihak kepolisian.
Bahkan akun Wadas Melawan mengunggah video mobil kepolisian yang memasuki Desa Wadas.
Baca Juga: Kebijakan Layanan Operasi Transjakarta Saat PPKM Level 3 di Jakarta, Yuk Kita Simak
"Jam 11 malam ini ada 5 mobil polisi, mobil K-9 (mobil pembawa anjing pelacak) dan BRIMOB yang mendatangi desa Wadas," tulis akun Wadas Melawan sebagaimana dikutip LIPUTANBEKASI.COM.
"Seperti tak kenal waktu, merek datang lagi menebar teror, trauma dan ketakutan pada warga Wadas.
Wadas masih dikepung polisi.
#WadasMelawan," sambung akun Wadas Melawan dalam cuitannya.
Sementara itu, dalam video lain yang beredar di media sosial, tampak warga Wadas dalam keadaan yang kondusif dan terkendali bersama aparat kepolisian.
Baca Juga: Kecocokan Zodiak Cancer dan Pisces, Sebagai Pasangan yang Sempurna
Hingga saat ini, polemik terkait penolakan warga Wadas masih menjadi pembahasan hangat di media sosial Twitter.***
Artikel Terkait
Bentrok Pengukuran Lahan di Wadas, 60 Orang Ditahan, 13 di Antaranya Anak-Anak
Tangkap Warga Wadas Penolak Tambang, Alissa Wahid Sentil Kapolda Jateng dan Ganjar Pranowo
Ricuh Desa Wadas, Ganjar Pranowo: Tidak Ada yang Perlu Ditakutkan
Kronologi Kericuhan Warga Penolak Pengukuran Lahan Tambang di Wadas
Ricuh Pengukuran Lahan Tambang di Wadas, Ganjar Pranowo Minta Maaf