LIPUTANBEKASI.COM - Kasus pengukuran lahan tambang yang terletak di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kab. Purworejo, Jawa Tengah masih terus bergulir.
Aksi pengepungan pihak kepolisian dan penangkapan terhadap sejumlah warga Wadas menjadi ramai diperbincangkan.
Menyikapi kerusuhan yang terjadi di Desa Wadas pada 8-9 Februari itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung mengambil sikap dengan meminta maaf dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Hal ini kemudian menjadi perhatian dan pertanyaan dari pemerhati media sosial, Denny Siregar.
Baca Juga: Pro dan Kontra Pengukuran Lahan di Wadas, Polisi Kembali Masuki Desa Wadas Malam-Malam
Denny Siregar dalam beberapa potongan video unggahan akun TikTok @andriansupriono2 mempertanyakan keberadaan sosok Bupati Purworejo, Agus Bastian, SE, M.M. yang tidak tampil menyikapi kasus Wadas tersebut.
"Sebenarnya sih saya sedang menunggu gerakan Bupati Purworejo karena kasus ini berada di daerahnya," ungkap Deni dalam video tersebut.
Denny Siregar menganggap Bupati Purworejo memang diam dan tidak berbuat apa-apa karena berasal dari Partai Demokrat.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan dan Live Streaming 3 laga BRI Liga 1 Indonesia
"Tapi, pas Saya telusuri kalau bupatinya ternyata dari Partai Demokrat, yah, Saya harus maklum kalau dia tidak berbuat apa-apa. Kalau Demokrat berbuat apa-apa, barulah Saya kaget," sambungnya.
Bahkan menurut Denny Siregar, kasus kisruh di Wadas merupakan senjata yang ingin digunakan lawan politik Ganjar Pranowo dengan mencari-cari kesalahannya.
Karena menurutnya, Ganjar Pranowo merupakan salah satu calon presiden terkuat yang akan bertarung pada 2024.
Baca Juga: Kebijakan Layanan Operasi Transjakarta Saat PPKM Level 3 di Jakarta, Yuk Kita Simak
Denny Siregar juga memuji sikap yang diambil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang langsung mengambil alih dengan bertanggung jawab serta meminta maaf.
"Tapi, ternyata Ganjar Pranowo cukup lihai, dia bukannya sibuk main Twitter atau malah menyalahkan situasi tanpa berbuat apa-apa, yang dia lakukan pertama adalah minta maaf," lanjutnya lagi.
Artikel Terkait
Bentrok Pengukuran Lahan di Wadas, 60 Orang Ditahan, 13 di Antaranya Anak-Anak
Tangkap Warga Wadas Penolak Tambang, Alissa Wahid Sentil Kapolda Jateng dan Ganjar Pranowo
Ricuh Desa Wadas, Ganjar Pranowo: Tidak Ada yang Perlu Ditakutkan
Kronologi Kericuhan Warga Penolak Pengukuran Lahan Tambang di Wadas
Ricuh Pengukuran Lahan Tambang di Wadas, Ganjar Pranowo Minta Maaf
Pro dan Kontra Pengukuran Lahan di Wadas, Polisi Kembali Masuki Desa Wadas Malam-Malam