Akhiri Tes Keperawanan, kenapa tes keperawanan sangat tidak masuk diakal?

photo author
Langgeng Ikhtiar Pribadi, Liputan Bekasi
- Jumat, 5 November 2021 | 21:12 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, hentikan tes keperawanan. (/Instagram.com/@tni_angkatan_darat)
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, hentikan tes keperawanan. (/Instagram.com/@tni_angkatan_darat)

LIPUTAN BEKASI – Belakangan ini Angkatan Darat Indonesia mengungkapkan pemberhentian untuk melakukan tes keperawanan dalam proses recruitment mereka.

Beberapa dari kalian mungkin akan bernafas lega dan bergembira, dan sebagian lagi mungkin sedang bertanya, apa alasannya?

Jawaban singkatnya adalah tes keperawanan sendiri tidak memiliki validitas ilmiah, melanggar HAM, dan justru dapat berdampak buruk bagi para perempuan yang akan menjalaninya, baik secara fisik maupun mental.

Sebelum kita melangkah lebih jauh tentang mengapa tes keperawanan bermasalah. Kita perlu mengetahui terlebih dahulu bagaimana sebenarnya tes ini dilaksanakan.

Baca Juga: Banjir Bandang Di Batu, Puluhan Rumah dan Kendaraan Terdampak

Tes keperawanan dilakukan dengan cara memasukan dua jari kedalam Vagina untuk mengecek apakah selaput dara masih utuh.

Selaput dara atau Hymen merupakan selaput tipis yang terdapat pada lubang vagina dan sepanjang yang kita ketahui, selaput ini tidak memiliki fungsi yang amat jelas.

Logika dibalik tes keperawanan adalah jika seseorang belum pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya, berarti selaput daranya pasti masih utuh. Masuk akal tidak?

Baca Juga: Jelang Superbike Mandalika, Kapolda Pimpin Rapat Pengamanan Event Superbike

Iyaa, tapi ada satu masalah disini. Pernyataan tersebut 100 persen salah. Keberadaan dari selaput dara sendiri tidak dapat menentukan apakah seseorang pernah berhubungan intim sebelumnya atau tidak.

Ini dikarenakan tiga hal :
1. Seorang perempuan dapat terlahir tanpa adanya selaput dara.
2. Selaput dara dapat robek akibat hal lain selain hubungan intim.
3. Selaput dara masih tetap utuh meskipun seorang perempuan sudah pernah berhubungan seksual.

Ingat, tidak semua perempuan memiliki selaput dara yang sama dan tentunya seks bukan satu satunya menyebabkan selaput dara pecah.

Baca Juga: Kondisi Putra Vanessa Angel Gala Sky Sudah Stabil, Sang Sopir Jodi Merasakan Nyeri Dibagian Pinggul

Mengangkat beban, berenang, bersepeda, menggunakan tampon semua hal itu menyebabkan selaput dara pecah dan terkadang bahkan tanpa disadari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nurrijal Fahmi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X