LIPUTAN BEKASI – Menurut dari Hasil Survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC menunjukan mayoritas dari masyarakat telah menolak presiden bekerja atas dasar dasar Garis Besar Haluan Negara atau Pokok Pokok Haluan Negara.
Kebanyakan dari responden mengaku ingin agar presiden sendiri bekerja sesuai janji yang telah diberikan kepada rakyatnya yang disampaikan dalam masa kampanye setiap pemilihan presiden (pilpres).
“Mayoritas dari masyarakat tidak menyetujui presiden bekerja atas dasar GBHN atau PPHN saja, melainkan atas dasar janji janji program presiden pada masa kampanye yang terdahulu,” kata seorang yang bernama Sirojudin Abbas dari Direktur Eksekutif SMRC saat merincikan hasil survei dari pihaknya terkait “Update Opini Publik tentang Pembahasan Amendemen UUD 1945” yang dilakukan secara daring pada hari Jumat tanggal 15 Oktober.
Kelompok pertama, berdasarkan massa pemilih parpol.
Baca Juga: Sigit Budiarto Sang Legenda Bulutangkis yang Dilepas Soeharto, Disambut Habibie
Hasilnya adalah, massa dari Sembilan partai politik di DPR RI periode menjabat tahun 2019 – 2024 ingin presiden sendiri tetap bekerja sesuai janji janji politik yang telah dilontarkannya dalam kampanye waktu itu.
Dari persentase terendah yaitu berasal dari massa pemilih Partai Golkar yakni sebesar 74 persen dan tertinggi dari Partai Banteng Merah yakni 89 persen.
Di kelompok kedua, berdasarkan massa pemilih capres 2019. Hasilnyaa, sebanyak 82 persen pemilih Jokowi-Ma’aruf Amin dan 80 persen Prabowo – Sandiaga Uno ingin presiden bekerja sesuai janji janji politiknya saat masa kampanye terdahulu.
Baca Juga: Raup Keuntungan Hingga 2 Miliar Rupiah, 3 Tersangka Penyebar Berita Hoaks Diamankan Polisi
Sekitar sebanyak 10 persen pemilih dari Jokowi-Ma’aruf Amin dan 12 persen pemilih dari Prabowo-Sandiaga Uno yang ingin presiden bekerja sesuai GBHN dan PPHN yang telah di tetapkan oleh MPR.
Dan kelompok ketiga, yang berdasarkan wilayah, juga menunjukan bahwa mayoritas dari masyarakat juga menginginkan presiden bekerja sesuai janji janji dimasa kampanye yang telah disampaikan pada ajang politik lima tahunan kepada rakyatnya.
Persentase terendah dari warga DKI Jakarta sendiri dan Banten yaitu di angka 74 persen, kemudian yang tertinggi dari masyarakat diluar pulau Jawa yaitu Sumatera di angka 85 persen.
Survei yang dilakukan oleh SMRC ini telah meliatkan sebanyak 1.220 koresponden yang usianya 17 tahun ke atas dengan sebuah metode yaitu multistage random sampling dan margin of error kurang lebih di angka 3.19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Artikel Terkait
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jokowi Pimpin Upacara dan Panjatkan Doa di Sumur Lubang Buaya
Menhan Prabowo Akan Meninjau RS Modular di Merauke, Sebelum RS itu Diresmikan Presiden Jokowi
Jokowi Resmikan Bandar Udara Mopah Merauke, Presiden Berharap Sentra Ekonomi di Merauke Bertambah
Presiden Jokowi Menunjuk KAI untuk Memimpin Konsorsium Kereta Cepat JKT-BDG
Jokowi Telah Meletakan Batu Pertama Pabrik Smelter Freeport di Gresik