LIPUTANBEKASI.COM - Polemik tentang wayang yang sempat viral karena ceramah ustad Khalid Basalamah memasuki babak baru.
Sebelumnya, dalam video viral yang beredar di media sosial, ustad Khalid Basalamah menyarankan agar wayang sebaiknya dimusnahkan bagi dalang yang sudah bertaubat.
Hal itu diungkap ustad Khalid Basalamah karena wayang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Ceramah itu pun mendapat banyak reaksi dari berbagai pihak serta kalangan, salah satu yang turut berkomentar adalah budayawan Sujiwo Tejo.
Baca Juga: Bikin Geger Netizen, Dian Sastro Pamer Rumah, WC hingga Ruang Kerja
Sebagai seorang yang kerap menjadi dalang pewayangan, Sujiwo Tejo menyebut bahwa orang yang ingin menghapus wayang maka harus menghapus bayangannya terlebih dahulu
"Yang ingin menghapus wayang/bayangan, silakan hapus dulu bayangannya sendiri," ungkap Sujiwo Tejo melalui akun Twitternya @sudjiwotedjo.
Namun, melihat ramainya perkembangan serta tanggapan terhadap ceramah ustad Khalid Basalamah tersebut, Sujiwo Tejo menilai ada sesuatu yang mengganjal.
Baca Juga: Larang Penggunaan Wayang, Ustad Basalamah Justru Dibuatkan Wayang Mirip Dirinya
Sujiwo Tejo menilai, ungkapan wayang sebaiknya dimusnahkan yang disampaikan ustad Khalid Basalamah dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang memang sudah memiliki kebencian terhadap ustad Khalid Basalamah.
Melalui keterangan tertulisnya di media sosial Twitter pada 20 Februari lalu, Sujiwo Tejo menyindir para pembela wayang yang memanfaatkan momen "aji mumpung" tersebut.
"Wayangku ini bisa dipegang dan dibela untuk dirawat dan dicintai. Namun bisa pula dipegang dan dibela hanya untuk mumpang-mumpung menggebuk pihak yang kita benci. Siapakah Sang Pembentur Agung ini?" tulis Sujiwo Tejo.
Baca Juga: Berita Terbaru, Cara Sembuh dari Omicron yang Wajib Kamu Ketahui!
Selain itu, Sujiwo Tejo juga menyindir para pembela wayang yang berkoar-koar dengan lantang, tetapi tidak paham dengan nilai-nilai wayang serta filosofi wayang.
Bahkan para pembela wayang (aji mumpung) ini sebenarnya tidak peduli pada nasib pengrajin wayang.