Autisme dalam Drama Korea It’s Okay to Not Be Okay, Akting Menakjubkan dari Oh Jung Se

photo author
Nabila Putri Prayudi, Liputan Bekasi
- Selasa, 1 Februari 2022 | 21:40 WIB
Oh Jung Se yang berperan sebagai Moon Sang-tae, pengidap autisme (Tangkapan layar video YouTube/The Swoon)
Oh Jung Se yang berperan sebagai Moon Sang-tae, pengidap autisme (Tangkapan layar video YouTube/The Swoon)

LIPUTANBEKASI.COM – It’s Okay to Not Be Okay adalah satu dari sekian banyak drama Korea yang membawa isu tentang kesehatan mental, dengan pemeran utama pria Moon bersaudara.

Moon Gang-tae (diperankan oleh Kim Soo Hyun) adalah seorang perawat di rumah sakit jiwa yang hidup berdua dengan kakak laki-lakinya yang mengidap autisme, Moon Sang-tae (yang diperankan oleh Oh Jung Se).

Apa sih yang dimaksud dengan autisme?

Baca Juga: Hasil Pertandingan Bhayangkara FC Kontra Barito Putera, Herman Dzumafo Borong 2 Gol

Mengutip dari alodokter, autisme adalah kelainan perkembangan saraf yang menyebabkan gangguan perilaku dan interaksi sosial.

Gejala autisme lebih sering terdeteksi pada masa kanak-kanak, tetapi bisa juga ditemukan ketika dewasa.

Saat ini, autisme disebut sebagai gangguan spektrum autisme atau autism spectrum disorder (ASD), karena gejala dan tingkat keparahan bervariasi pada setiap penderita.

Baca Juga: Mutiara Hikmah Quraish Shihab, Pengampunan Allah yang Luas dan Berlipat

Gejala dan tingkat keparahan autisme bervariasi, dari gejala ringan yang umumnya tidak menghambat aktivitas penderita, sampai kepada gejala berat yang membuat penderita membutuhkan bantuan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Gejala yang dialami oleh penderita autisme antara lain: gangguan komunikasi dan interaksi sosial, gangguan perilaku, dan gangguan lain seperti gangguan kognitif yang menghambat belajar, gangguan mood atau reaksi emosional, dan kejang.

Gangguan komunikasi adalah kecenderungan untuk lebih senang menyendiri, enggan berbicara dengan orang lain, dan sering mengulang kata yang sama.

Baca Juga: Lirik Lagu Back To You - Bryan Adams serta Terjemahan Bahasa Indonesia

Gangguan perilaku berupa melakukan gerakan yang sama secara berulang, misalkan selalu berjalan dengan berjinjit.

Autisme tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dilakukan sejumlah metode agar penderita autisme dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Metode yang dimaksud meliputi terapi perilaku dan komunikasi, atau konsumsi obat untuk mengatasi gangguan perilaku dan mood.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X