internasional

Menteri Pertahanan Taiwan Menceritakan Soal Ketegangan dengan China Saat Ini Yang Terburuk

Rabu, 6 Oktober 2021 | 21:09 WIB
Jet tempur siluman J-20 China. ( /dok. Reuters via SCMP)

LIPUTAN BEKASI – Ketegangan antara China dan Taiwan sendiri berada di titik paling buruk selama lebih dari 40 tahun, Menhan dari Taiwan sendiri mengungkapkan pada hari Rabu, seusai rekor dari pesawat China melintas terbang ke daerah pertahanan tersebut.

Ketegangan sendiri telah mencapai titik tertinggi antara ibukota Taiwan yaitu Taipei serta ibukota China yaitu Beijing, yang mengklaim pulau demokrasi itu merupakan wilayahnya sendiri, dan pesawat militer China telah berulang kali mondar mandir di zona identifikasi pertahanan udara dari Taiwan.

Selama periode empat hari dimulai pada hari Jumat yang lalu, Taiwan sendiri melaporkan hampir sebanyak 150 pesawat Angkatan Udara China memasuki zona pertahanan udaranya, bagian itu disebut Taipei sebagai pelecehan yang dilakukan oleh Beijing terhadap pulai tersebut.

Hal tersebut ditanya oleh seorang anggota parlemen tentang ketegangan militer saat ini dengan China, Chiu Kou-cheng seorang Menteri pertahanan mengungkapkan situasi saat ini paling serius dalam lebih dari 40 tahun sejak ia mulai bergabung menjadi anggtota militer, ia menambahkan ada sebuah risiko berupa salah sasaran yang melintasi selat Taiwan yang sangat sensitive.

Baca Juga: Ilmuwan Sedang Berupaya Menciptakan Materi yang Dapat Memindahkan dan menghalangi Panas

“Bagi saya yang seorang anggota militer, Urgensinya tepat di hadapan saya sendiri,’ ungkapnya pada komite parlemen yang meninjau pengeluaran militer khusus sebesar T$240 miliar untuk senjata yang mereka buat sendiri diantaranya termasuk rudal, dan yang terakhir ada kapal perang.

China sendiri menegaskan Taiwan akan diambil secara terpaksa bila perlu. Taiwan sendiri adalah negara merdeka dan akan mempertahankan kebebasan serta demokrasinya, Taiwan sendiri menyalahkan China atas ketegangan tersebut.

Chiu sendiri berbicara China telah mempunyai kemampuan untuk menyerang Taiwan setelah itu akan mampu melakukan sebuah invasi dalam skala penuh di tahun 2025 nanti.

Baca Juga: Aespa Rilis Mini Album 'SAVAGE', Posisi 1 di Chart Musik Real Time

“Pada tahun 2025 China akan membawa serta membuat gesekan ke titik yang lebih rendah. China sendiri memiliki kapasitas, tetapi ia tidak dapat memulai sebuah perang dengan mudah,

Amerika serikat sendiri adalah pemasok utama militer Taiwan, setelah selesai mengkonfimasi akan komitmen yang kokoh untuk Taiwan. Beijing menyalahkan kebijakan dari Washington lah yang mendukung Taiwan dalam hal penjualan senjata dan mengirimkan kapal selam melalui selat Taiwan.***

Tags

Terkini