Bisa Hapus Pikiran Negatif, Ini 5 Pertanyaan Seputar Renungan Diri untuk Stabilkan Kesehatan Mental Anda

photo author
Muhammad Fauzi, Liputan Bekasi
- Kamis, 8 Desember 2022 | 15:54 WIB
Kumpulan tanda tanya (qimono via pixabay.com)
Kumpulan tanda tanya (qimono via pixabay.com)

Baca Juga: Mengenali Penyakit OCD, Apa anda salah satu nya?

Kemudian, Anda memutuskan untuk memasarkan produk itu ke sejumlah famili dan rekan melalui percakapan pribadi masing-masing.

Anda tidak berharap cara tersebut tidak berjalan dengan maksimal dan tidak percaya akan membutuhkan waktu lama untuk mencobanya.

Dengan memberikan contoh yang lebih khusus, pertanyaan ini akan membantu Anda untuk menepis pemikiran negatif.

2. Apakah orang yang tengah dipikirkan akan senang mendengar kabar dari Anda?

Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang tidak mempedulikan seberapa banyak famili atau teman yang dikenalnya akan senang mendengar kabar darinya.

Baca Juga: Kolaborasi Apik Urban Media Network dan Promedia Teknologi Lahirkan Contentpreneur

Jika Anda mengenang saat-saat indah bersama teman atau bertanya-tanya tentang seseorang yang tidak memberikan kabar lagi, maka hubungi dia kembali.

Jika tidak meyakini orang tersebut ingin mendengar kabar dari Anda, riset membuktikan bahwa dia mungkin mau.

3. Kapan Anda terakhir mengamati aspek kemanusiaan terbaik?

Orang-orang dapat bersikap jahat, kejam, tidak peduli, dan sebagainya.

Namun, mereka bisa juga baik dan ramah.

Baca Juga: Wajib Dihindari, Ini 6 Dampak Buruk Perfeksionisme pada Manusia

Tanyakan kepada mereka, yakni:

- Kapan Anda mengamati sisi positif dan berbagi kepada orang lain?
- Siapa yang sudah membantu Anda?
- Kapan seseorang memberikan kesempatan kepada Anda?
- Kapan Anda mengamati ketabahan yang mengagumkan dalam hati orang lain?
- Kapan Anda mengamati proses pembelajaran orang lain atau tahapan perkembangan pada anak-anak?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dillast Prilmulyo

Sumber: psychologytoday.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X