Menguak Fakta Dibalik Mitos HIV/AIDS Wajib Anda Ketahui

photo author
Brama Samudera Jurnalista, Liputan Bekasi
- Sabtu, 3 Desember 2022 | 15:54 WIB
logo HIV/AIDS  Sumber Foto:istock.
logo HIV/AIDS Sumber Foto:istock.

LIPUTANBEKASI.COM - Memperingati hari HIV/AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember, tidak lengkap rasanya tanpa mengulas tentang Fakta Dibalik Mitos HIV/AIDS Wajib Anda Ketahui .

Di Indonesia sendiri masih banyak pemahaman yang keliru mengenai penyakit HIV/AIDS ini, HIV/AIDS adalah suatu penyakit yang menyerang sistem imun atau kekebalan tubuh bagi pengidapnya.

HIV kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh pengidapnya, akibatnya dapat melemahkan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.

Sedangkan AIDS adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome yang berarti Kondisi dimana HIV sudah berada pada tahap akhir dalam hal infeksinya.  Pada tahap ini seseorang yang menderita HIV sudah kehilangan daya tahan tubuhnya untuk melawan infeksi yang  ditimbulkan dari virus itu.

Baca Juga: Timnas Belanda Kalahkan Qatar 2:0, Tim Oranye Lolos Ke Babak 16 Besar Piala Dunia

Sayangnya hingga saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan infeksi dari virus ini, obat yang ada untuk saat ini setidaknya memperlambat perkembangan dari penyakit ini dimana pengidapnya bisa menjalani hidup normal.

Ditambah lagi banyak beredar mitos yang keliru di kalangan masyarakat perihal penyakit ini, mulai dari penyebarannya, hingga mitos lain yang membuat stigma buruk bagi pengidap HIV/AIDS secara mental.

Berikut kami rangkum fakta dibalik mitos HIV/AIDS wajib anda ketahui,

  1. Nyamuk dapat menyebarkan penyakit HIV/AIDS

Mitos ini banyak tersebar secara umum di masyarakat awam. Asumsinya berasal karena nyamuk yang dinilai menghisap darah dapat menularkan penyakit ini karena anggapan bahwa HIV/AIDS dapat tertular melalui darah.

Baca Juga: Mengenal Gangguan Kepribadian Antisosial, Gejala Dan Penyebabnya

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mitos ini tidak tidak benar dan tidak terjadi. pada nyamuk yang sebelumnya menyedot darah pengidap kasus HIV. Saat serangga menggigit, mereka tidak menyuntikkan darah orang atau hewan yang mereka gigit sebelum Anda.

  1. Saat menggunakan obat PrEP, tidak perlu memakai kondom saat berhubungan seksual

Ungkapan ini merupakan sebuah kekeliruan, sebagai informasi Pre-exposure prophylaxis atau disingkat PrEP merupakan obat yang berguna untuk mencegah infeksi HIV terlebih dahulu. 

Menurut sebuah studi pada 2015, seseorang yang telah secara aktif menggunakan PrEP setiap hari selama  kurun waktu dua setengah tahun terbukti efektif untuk mencegah infeksi HIV.

Namun obat tersebut tentu tak menghalangi ataupun melindungi Anda dari penyakit menular seksual. Karena penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa setengah dari pasien yang berpartisipasi, didiagnosis dengan infeksi menular seksual setelah 12 bulan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: webmd.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X