Kekuatan Storytelling, Inilah 2 Kisah Rekaan yang Dapat Menyentuh Para Pembacanya!

photo author
Maleeha Farida, Liputan Bekasi
- Minggu, 27 November 2022 | 20:43 WIB
Storytelling  Sumber Foto: pixels. com
Storytelling Sumber Foto: pixels. com
LIPUTANBEKASI.COM - Saat diminta berbicara, berceritalah. 
 
"Kalimat pertama yang menarik untuk didengar."
 
"Beritahu kelebihanmu."
 
"Gunakan angka."
 
"Setelah diterima bekerja, selesaikan sesuai target waktu."
 
"Menggunakan suara yang jelas dan lantang."
 
Hal-hal diatas merupakan cara memperkenalkan diri saat wawancara. 
 
 
Sebuah pengetahuan tentang yang tidak boleh dilupakan, sebagai seseorang yang sering mengajar kelas. 
 
Yaitu, berbicara bagaimana siswa yang akan memasuki dunia kerja. 
 
Saya sangat mengetahuinya saya berulang kali menekankan kelima hal di atas kepada para siswa. 
 
Namun, ada satu hal lagi yang ingin saya tambahkan, yaitu storytelling
 
Dengan melakukan storytelling kita memiliki pengaruh yang lebih kuat daripada gabungan kelima hal diatas. 
 
Jika anda tidak menguasai kelima hal di atas, storytelling dapat memikat tim pewawancara saat memperkenalkan diri sehingga tidak ada satu kesalahan yang terjadi. 
 
 
Namun, jika tidak terlalu luar biasa koma akan sulit menemukan perbedaan anda dengan kandidat lainnya. 
 
Oleh sebab itu, diperlukan storytelling, cerita yang menembus hingga ke dasar hati.
 
Hal ini tidak hanya akan menutupi kekurangan yang dimiliki, tetapi juga menciptakan nilai lebih tersendiri. 
 
Kegiatan storytelling ini merupakan cara untuk memperkenalkan diri yang sangat efektif.
 
Tentu, tidak hanya untuk wawancara, tetapi juga dalam pertemuan bisnis ataupun pribadi. 
 
Kisah tentang roti bagel pun mengandalkan kekuatan storytelling. Bagel adalah roti keras yang berbentuk mirip donat. 
 
Konon ada seorang tukang roti berkebangsaan jerman yang memiliki istri seorang yahudi. 
 
Suatu hari sang istri ditangkap oleh tentara nazi dan dimasukkan ke penjara. 
 
Suaminya, si tukang roti tadi menyusup kerja ke dapur pembuatan roti di dalam penjara untuk menyelamatkan istrinya. 
 
 
Kepala penjara pun mengakui berangkatnya yang luar biasa dan mengizinkan nya menghabiskan satu malam bersama istrinya.
 
Menjelang pertemuan, ia membuatkan roti kesukaan istrinya. 
 
Ia hanya memberi sedikit lagi, agar swat itu keras dan tidak terlalu mengembang sehingga saat memakan satu roti sudah kenyang.
 
lalu ia membuat lubang besar pada roti itu agar bisa dijalankan tali dan meningkatnya pada pentolan istrinya. 
 
Hal itu dilakukan agar roti-roti tersebut tidak dicuri oleh orang lain. keduanya berjanji untuk bertemu lagi sebelum roti terakhir habis. 
 
Namun, sayangnya mereka tidak dapat bertemu lagi untuk selamanya.
 
 Sang tukang roti itu kemudian pulang ke kampung halaman dan membuat roti bagel setiap kali merindukan istrinya.
 
Setelah itu, roti- roti bagel setiap kali merindukan istrinya seluruh dunia karena ternyata karena cerita ini. 
 
Sayangnya kisah ini hanya rekaan semata. Namun karena storytelling-nya begitu kuat, publik sudah tidak peduli tentang keasliannya. 
 
Sehingga setiap kali memakan roti bagel di toko roti atau kafe, pasti akan terngiang kisah sedih si tukang roti Jerman dan istri Yahudi-nya. 
 
Selain itu ada lagi cerita serupa yang meninggalkan kesan mendalam. 
 
Kisah Paul Robert Potts. Kehidupan penyanyi pop opera ini menyajikan kisah yang begitu mengharukan. 
 
Suatu hari, seorang pria dengan tampang pas-pasan dan bekerja sebagai salesman mengikuti audisi Britain's Got Talent.
 
Dan dia berkata ingin menyanyikannya opera. Tak ada satu pun yang tertarik terhadapnya. 
 
Ia lalu menyanyikan aria "Nessun Dorma" dari opera Turandot dengan suara merdu. 
 
Ini adalah lagu yang dinyanyikan nya untuk bangkit dari masa lalu saat berjuang melawan kanker, kecelakaan lalu lintas, pengucilan, dan kemiskinan. 
 
Hasilnya sungguh mengejutkan. Para penonton tenggelam dalam perasaan masing-masing. 
 
Bagaimana jika ia seorang penyanyi yang bertampang rupawan dan berasal dari golongan elit? 
 
Mungkin ia tidak akan mendapatkan respons sebaik itu. Audiens seakan melihat tokoh dalam dongeng saat menyaksikannya bernyanyi. 
 
Melalui kisahnya yang berhasil melewati kesengsaraan hidup, ia menjadi penyanyi pop opera yang mendunia.
 
Setiap orang yang mendengar nama Paul Robert Potts pasti akan langsung teringat kisahnya dan hanyut dalam keharuan. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Bicara Itu Ada Seninya - Oh Su Hyang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X