LIPUTANBEKASI.COM – Baduy yang terkenal dengan Urang Kanekes yang tinggal di daerah Kabupaten Lebak, Banten, masuk dalam salah satu etnis di Indonesia. Desa Wisata Saba Budaya, salah satunya.
Desa wisata Saba Budaya masuk dalam 50 ADWI (Desa Wisata Indonesia) 2022 yang telah melewati serangkaian tahap kurasi dan penilaian dari persaingan wisata dari 34 provinsi di Indonesia.
Baduy, sebagaimana dilansir Liputanbekasi.com dari akun instagram @kemenparekraft.ri dengan title Desa Wisata Baduy Banten, merupakan salah satu desa wisata yang bisa dikunjungi.
Suku ini terkenal dengan kelompok masyarakat yang masih mengisolasi diri, terutama dengan Baduy Dalam, mereka masih sangat tradisional dan tidak mau untuk didokumentasikan.
Baca Juga: Kuliner Lezat Khas Daerah 34 Provinsi di Indonesia, Mulai dari Jajanan hingga Masakan Tradisional
Namun Desa Wisata Saba di Kabupaten Lebak ini membuka daerahnya untuk kunjungan wisata.
Dengan mengunjungi daerah ini akan kalian peroleh beberapa hal yang dekat sekali dengan Urang Kanekes ini seperti: tempat pembuatan benang (kanteh), lumbung padi (leuit), jembatan bambu (gajeboh), tempat belajar alat musik tradisional calempung, maupun toko gula aren dan madu khas Baduy.
Sejak masih anak-anak, perempuan di Baduy sudah belajar menenun, yang memiliki nilai tinggi agar mereka belajar kedisiplinan tidak hanya sekedar untuk mengisi waktu luang.
Baca Juga: Jejak Peradaban di Sungai Terpanjang di Sumatera: Simak Faktanya
Dengan tenunnya yang didominasi dengan warna alam seperti putih, hitam dan biru seolah begitu menyatu dengan keadaan sekitar mereka yang elok dan damai.
Kain tenun itu bisa dimiliki dengan harga Rp 800 ribu- Rp 1 juta, dari gerai-gerai toko yang ada di Desa Wisata Saba tersebut.
Yang menarik tenun tersebut ada yang diselesaikan sampai berbulan-bulan. Tapi untuk ukuran kain 32 meter persegi biasanya dibutuhkan waktu sekitar seminggu untuk menyelesaikannya.
Baca Juga: Sinopsis Dan Fakta Menarik Dari Film Horor Qodrat - Siap Menjadi Film Horor Terlaris
Ada hal menarik lain, penenun kain hanya bisa dilakukan wanita, kalau seandainya ada laki-laki yang mengerjakannya perilakunya akan menjadi seperti wanita.
Artikel Terkait
Miss World 2021 Lavanya Sivaji Asal Malaysia, Minta Maaf Usai Kalim Budaya Batik berasal dari Negeri Jiran
Kenali Apa Itu Cancel Culture (Budaya Pengenyahan), Sanksi Sosial yang Diberikan Netizen Pada Rachel Venya
Ada Motif Tenun Sasak di Sirkuit Mandalika, Kementerian PUPR: Kenalkan Seni Budaya Indonesia!
Antara Japanofilia, Kultur Wibu, dan Anime. Penggemar Budaya Jepang Wajib Tahu Sejarahnya!
5 Festival Budaya di Indonesia yang Telah Mendunia, Jangan Sampai Anda Lewatkan!
5 Festival Budaya di Indonesia yang Telah Mendunia, Jangan Sampai Anda Lewatkan!
Mengenal Budaya Suku Toraja yang Memiliki Upacara Pemakaman Unik