Baduy, Desa Wisata Saba Budaya yang Elok dan Damai

photo author
Fauzi Ghanim, Liputan Bekasi
- Jumat, 28 Oktober 2022 | 15:51 WIB
‘Desa Wisata Saba Budaya Baduy’ masuk dalam 50 besar ADWI 2022, dan dikunjungi langsung oleh Menparekraf, Sandiaga S. Uno. (kemenparekraf.go.id)
‘Desa Wisata Saba Budaya Baduy’ masuk dalam 50 besar ADWI 2022, dan dikunjungi langsung oleh Menparekraf, Sandiaga S. Uno. (kemenparekraf.go.id)

LIPUTANBEKASI.COMBaduy yang terkenal dengan Urang Kanekes yang tinggal di daerah Kabupaten Lebak, Banten, masuk dalam salah satu etnis di Indonesia. Desa Wisata Saba Budaya, salah satunya.

Desa wisata Saba Budaya masuk dalam 50 ADWI (Desa Wisata Indonesia) 2022 yang telah melewati serangkaian tahap kurasi dan penilaian dari persaingan wisata dari 34 provinsi di Indonesia.

Baduy, sebagaimana dilansir Liputanbekasi.com dari akun instagram @kemenparekraft.ri dengan title Desa Wisata Baduy Banten, merupakan salah satu desa wisata yang bisa dikunjungi.

Suku ini terkenal dengan kelompok masyarakat yang masih mengisolasi diri, terutama dengan Baduy Dalam, mereka masih sangat tradisional dan tidak mau untuk didokumentasikan.

Baca Juga: Kuliner Lezat Khas Daerah 34 Provinsi di Indonesia, Mulai dari Jajanan hingga Masakan Tradisional

Namun Desa Wisata Saba di Kabupaten Lebak ini membuka daerahnya untuk kunjungan wisata.

Dengan mengunjungi daerah ini akan kalian peroleh beberapa hal yang dekat sekali dengan Urang Kanekes ini seperti: tempat pembuatan benang (kanteh), lumbung padi (leuit), jembatan bambu (gajeboh), tempat belajar alat musik tradisional calempung, maupun toko gula aren dan madu khas Baduy.

Sejak masih anak-anak, perempuan di Baduy sudah belajar menenun, yang memiliki nilai tinggi agar mereka belajar kedisiplinan tidak hanya sekedar untuk mengisi waktu luang.

Baca Juga: Jejak Peradaban di Sungai Terpanjang di Sumatera: Simak Faktanya

Dengan tenunnya yang didominasi dengan warna alam seperti putih, hitam dan biru seolah begitu menyatu dengan keadaan sekitar mereka yang elok dan damai.

Kain tenun itu bisa dimiliki dengan harga Rp 800 ribu- Rp 1 juta, dari gerai-gerai toko yang ada di Desa Wisata Saba tersebut.

Yang menarik tenun tersebut ada yang diselesaikan sampai berbulan-bulan. Tapi untuk ukuran kain 32 meter persegi biasanya dibutuhkan waktu sekitar seminggu untuk menyelesaikannya.

Baca Juga: Sinopsis Dan Fakta Menarik Dari Film Horor Qodrat - Siap Menjadi Film Horor Terlaris

Ada hal menarik lain, penenun kain hanya bisa dilakukan wanita, kalau seandainya ada laki-laki yang mengerjakannya perilakunya akan menjadi seperti wanita.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fauzi Ghanim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X