LIPUTANBEKASI.COM - Cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox.
Pada awalnya, penyakit cacar monyet mempunyai gejala yang sama dengan cacar air, yaitu bintil berair.
Perbedaan utama, antara gejala cacar air dan cacar monyet adalah bahwa cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening sedangkan cacar air tidak.
Gejala dan tanda cacar monyet yaitu seperti, sakit kepala, demam, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, sakit punggung, kelemahan tubuh, dan terdapat benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh.
Baca Juga: Simak! 10 Manfaat Kecantikan Minyak Biji Mentimun
Gejala awal cacar monyet berlangsung selama 1-3 hari atau lebih.
Setelah itu, ruam akan muncul di bagian wajah dan menyebar ke bagian tubuh lain.
Ruam yang muncul akan berkembang, dari yang berisi cairan hingga berisi nanah.
Hingga saat ini, belum ada pengobatan atau obat yang digunakan untuk penyakit cacar monyet.
Baca Juga: Bimtek Forum BPD Tambelang Kabupaten Bekasi Memperkuat Tugas dan Fungsi Pengawasan Desa
Penyakit ini umumnya hanya menimbulkan gejala ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 – 4 minggu.
Sementara, untuk penyebaran cacar monyet dapat dicegah dengan vaksin cacar (smallpox).
Walaupun penyakit cacar monyet belum masuk ke Indonesia, namun kita tetap harus waspada dan berhati-hati. Jika mendapati gejala seperti yang disebutkan diatas, diharapkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar dapat segera ditangani. ***
Artikel Terkait
WHO Sebut Kemungkinan Penularan Cacar Monyet Bisa Meningkat Dalam Beberapa Bulan Mendatang
Awas! Cacar Monyet Sudah Masuk ke Indonesia, Inilah Gejala dan Cara Pencegahannya Agar Kamu Tidak Tertular
Pengertian Cacar Monyet, Serta Penularan dan Cara Pencegahannya