WHO Sebut Kemungkinan Penularan Cacar Monyet Bisa Meningkat Dalam Beberapa Bulan Mendatang

photo author
Anita Septi Wulandari, Liputan Bekasi
- Senin, 23 Mei 2022 | 17:09 WIB
Ilustrasi virus cacar monyet (Sumber foto: Pixabay)
Ilustrasi virus cacar monyet (Sumber foto: Pixabay)

LIPUTANBEKASI.COM – 7 Mei 2022 lalu, kasus cacar monyet pertama kali teridentifikasi di Inggris pada orang-orang dengan riwayat perjalanan ke Nigeria.

Selain di Inggris, wabah monkeypox atau cacar monyet juga mulai menyebar ke sejumlah negara-negara.

Setelah temuan kasus tersebut, pejabat tinggi kesehatan di Eropa mengeluarkan peringatan pada masyarakat mengenai wabah cacar monyet.

Baca Juga: Lirik Lagu Just For My Mom - Sheila On 7, Lagu Untuk Semua Ibu

Direktur WHO Regional Eropa Hans Kluge menyebut kemungkinan kasus cacar monyet yang langka dapat meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

Ia khawatir, wabah cacar monyet bisa menular lebih cepat karena saat musim panas di Eropa akan penuh dengan berbagai acara massal.

“Saat kita memasuki musim panas... dengan pertemuan massal, festival, dan pesta, saya khawatir penularan dapat dipercepat,” ujarnya.

Baca Juga: Elon Musk Akhirnya Memenuhi Undangan Jokowi Untuk Datang ke Indonesia

Kasus cacar monyet yang terjadi di negara-negara Eropa termasuk Portugal dan Swedia menjadi peringatan yang harus diwaspadai.

“Semua kecuali satu kasus baru-baru ini tidak memiliki riwayat perjalanan yang relevan ke daerah endemik cacar monyet,” katanya.

Kepala penasihat medis Badan Keamanan Kesehatan Inggris, Susan Hopkins juga memprediksi akan terjadinya peningkatan kasus dalam beberapa hari mendatang.

Baca Juga: Presiden Rusia Vladimir Putin akan Menjalani Operasi Kanker

Pejabat kesehatan menyebut bahwa penularan cacar monyet didorong oleh aktivitas seksual di antara para penderitanya.

WHO lantas menyelidiki mengenai kemunculan kasus cacar monyet di kalangan orang-orang yang teridentifikasi sebagai LGBT.

Susan Hopkins memperingati kaum gay dan biseksual untuk waspada terhadap gejala yang ditimbulkan dari virus cacar monyet.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X