5 kebiasaan ini dapat meningkatkan resiko serangan stroke

photo author
Langgeng Ikhtiar Pribadi, Liputan Bekasi
- Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:55 WIB
Ilustrasi Stroke. (/Wikipedia)
Ilustrasi Stroke. (/Wikipedia)

LIPUTAN BEKASI – Penyakit Stroke tidak bisa dianggap sepele. Sekali menyerang, tanpa sebuah penanganan yang tepat dan cepat, maka pasien sendiri akan berisiko mengalami kelumpuhan permanen bahkan hingga menyebab kematian.

Oleh karenanya, sangat penting bagi kita untuk melakukan pencegahan pada kebiasaan yang meningkatkan serangan stroke. Inilah 5 kebiasaan yang memicu terjadinya penyakit stroke.

1.Tidak bisa mengatur pola makan

Pusat dari Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS (CDC) mengungkapkan “pola makan tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol telah terkait seperti penyakit jantung” katanya. Selain dari hal itu, pola makan tinggi natrium dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, factor utama untuk penyakit stroke mampir ke tubuh kalian.

Baca Juga: Tips Keramas Agar Rambut Anda Sehat, Simak Faktanya

2.Kurangnya pergerakan

CDC mengungkapkan bahwa jika kurang gerak atau kurangnya aktivitas yang cukup dapat menimbulkan gejala stroke. “kondisi ini termasuk obesitas atau berat badan yang berlebihan, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan yang terakhir diabetes,” ujar CDC.

Untuk mempersempit masalah Kesehatan lainnya dan stroke, para ahli termasuk American Heart Association menyarankan untuk melakukan sedikitnya 150 menit aktivitas dengan tensi sedang, atau 75 menit aktivitas dengan tensi yang sangat berat, setiap minggu.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Di Pagi Hari yang Mempertajam Kemampuan Otak: Salah Satunya Bermain Sudoku

Contohnya saja aktivita intensitas sedang yaitu jalan cepat, bersepeda santai, berkebun, hingga menari. Dan contoh aktivitas berat lainnya yaitu jogging, berenang, mendayung, dan bersepeda.

3.Obesitas

Obesitas sendiri-didefunisikan sebagai BMi atau (indeks masa tubuh) 30 keatas-merupakan factor resiko utama terjangkit diabetes dan tekanan darah tinggi, dua kondisi ini yang meningkatkan resiko terkena penyakit stroke.

Baca Juga: 12 Cara Ampuh Mengatasi Rasa Kurang Percaya Diri

Obesitas sendiri juga terkait denga kolesterol yang tinggi dan lemak dalam darah pun juga meninggi, lalu dapat mengeraskan arteri, serta membuat penyakit kardiovaskular lebih mungkin terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nurrijal Fahmi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X