• Rabu, 19 Januari 2022

5 kebiasaan ini dapat meningkatkan resiko serangan stroke

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:55 WIB
Ilustrasi Stroke. (/Wikipedia)
Ilustrasi Stroke. (/Wikipedia)

Contohnya saja aktivita intensitas sedang yaitu jalan cepat, bersepeda santai, berkebun, hingga menari. Dan contoh aktivitas berat lainnya yaitu jogging, berenang, mendayung, dan bersepeda.

3.Obesitas

Obesitas sendiri-didefunisikan sebagai BMi atau (indeks masa tubuh) 30 keatas-merupakan factor resiko utama terjangkit diabetes dan tekanan darah tinggi, dua kondisi ini yang meningkatkan resiko terkena penyakit stroke.

Baca Juga: 12 Cara Ampuh Mengatasi Rasa Kurang Percaya Diri

Obesitas sendiri juga terkait denga kolesterol yang tinggi dan lemak dalam darah pun juga meninggi, lalu dapat mengeraskan arteri, serta membuat penyakit kardiovaskular lebih mungkin terjadi.

4.Minum alcohol berlebihan

Mengonsumsi terlalu banyak alcohol juga akan meningkatkan kadar lemak dalam darah, berpotensi mengeraskan arteri serta berkontribusi secara langsung terhadap serangan kea rah jantung atau stroke. Untuk mengurangi risiko stroke dan kawan kawanannya para ahli menganjurkan minum alcohol dalam jumlah sedang dan tidak lebih dari satu gelas sehari untuk perempuan, dan dua gelas sehari untuk pria, atau tidak minum sama sekali.

Baca Juga: Mandi Malam Dapat Meringankan Penyakit Rematik, Simak Faktanya

5.Dan yang terakhir adalah merokok

Asap tembakau yang mengandung ribuan racun. Setelah terhisap oleh tubuh, mereka dapat merusak jantung dan dinding dinding arteri di dalam tubuh, serta dapat meningkatkan resiko stroke. “Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah, dan karbon monoksida dari asap rokok sendiri juga mengurangi jumlah oksigen ke dalam darah anda,” ungkap CDC, yang mencatat tentang menghirup asap rokok juga membuat anda berisiko terkena stroke.***

Halaman:

Editor: Nurrijal Fahmi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Mengatasi Rasa Malas, Penting Buat Kaum Muda!

Rabu, 24 November 2021 | 15:45 WIB
X