LIPUTANBEKASI.COM - kebiasaan meminta di Pijat injak - injak punggung ini, sudah biasa dilakukan oleh sebagian orang untuk mengatasi pegal di tubuh, banyak orang beranggapan badan menjadi lebih segar setelah melakukan hal ini.
Padahal hal ini bertentangan dengan fakta kesehatan, kebiasaan Pijat injak - injak punggung ini memiliki dampak berbahaya bagi tubuh kita walaupun terasa enak jangan melanjutkan kebiasaan berbahaya ini.
Bahaya yang akan ditimbulkan dari kebiasaan Pijat injak - injak punggung ini tidak main - main dampak yang akan ditimbulkan pada tubuh khususnya pada bagian tubuh yang memiliki beberapa pusat organ tubuh dan titik saraf.
Pijat injak punggung sebenarnya salah satu terapi pijat shiatsu dari Jepang yang sudah ada berabad-abad lalu. Para biksu adalah orang-orang yang sering melakukan terapi ini.
Baca Juga: Selamat Hari Ayah! Kenali Dampak Kurangnya Kasih Sayang Ayah Terhadap Psikologi Anak
Mengutip dari AM College, shiatsu adalah terapi pijat menggunakan jari, jempol, siku, bahkan lutut, untuk memberi tekanan pada area yang nyeri.
Saat memberi tekanan pada titik-titik yang nyeri, terapis memberikan energi sehingga membuat tubuh Anda lebih rileks, menghilangkan stres, sampai mengobati rasa sakit dari penyakit tertentu.
Mengutip dari Cancer Research UK, penderita kanker bisa melakukan pijat shiatsu karena membuat mereka merasa nyaman. Beberapa manfaat pijat shiatsu untuk penderita kanker yaitu mengatasi:
- nafsu makan yang buruk,
- masalah tidur,
- nyeri badan,
- suasana hati tidak semangat.
Baca Juga: Inilah 5 Tanda Kamu Jahat Dengan Diri Sendiri - No. 5 Sering Kita Lakukan
Praktik pijat shiatsu memang terlihat mirip seperti melakukan gerakan menginjak punggung pada umumnya.
Namun, jika terapis berpengalaman yang melakukan terapi ini, pemijatan tidak akan menyakitkan, bahkan keamanan serta kenyamanannya terjamin.
Sebenarnya, teknik pijat dengan menginjak punggung tidak bisa sembarangan karena hanya bisa dilakukan oleh ahlinya.
Pasalnya, kalau salah posisi, tubuh bukan menjadi rileks, tetapi justru merusak kesehatan tulang.
Baca Juga: Pemain AS Mendarat Di Qatar Untuk Piala Dunia FIFA 2022, Termasuk Cristian Roldan
Greg Krawchuk, Peneliti Chiropractic Kanada menjelaskan bahwa teknik pijat menginjak punggung cenderung tidak aman.