Kisah Mbappe Si Bocah Ajaib Berbakat Penuh Prestasi

photo author
Chelsea Ridva Kirana, Liputan Bekasi
- Jumat, 9 Desember 2022 | 05:46 WIB
Kylian Mbappe saat pertandingan Prancis vs Denmark di ajang Piala Dunia 2022 ( https://images.app.goo.gl/KVXRDvZfL9eDehXb8)
Kylian Mbappe saat pertandingan Prancis vs Denmark di ajang Piala Dunia 2022 ( https://images.app.goo.gl/KVXRDvZfL9eDehXb8)


LIPUTANBEKASI.COM - Kylian Mbappe, lahir dengan nama asli Kylian Adesanmi Mbappe Lottin. Ia lahir di Arondisemen XIX, Paris, Prancis pada 20 Desember 1998 silam.

Mbappe tumbuh dan dibesarkan di kota Bondy, sebuah daerah dipinggiran timur laut pinggiran ibukota Prancis, Paris. Merupakan kawasan miskin dan banyak pengganguran. Siapa sangka dapat melahirkan seorang mega bintang sepakbola.

Mbappe merupakan pesepakbola muda berbakat asal Prancis yang sedang menjadi buah bibir di kalangan fans sepakbola. Bagaimana tidak, di usia tergolong muda Ia sudah mengantongi banyak prestasi yang gemilang.

Baca Juga: Waspada, 9 Resiko Menggunakan Sepatu Hak Tinggi dan Cara Tepat Mengenakannya

Diantaranya Gelar Juara Ligue 1 musim 2016-2017, berkat gol darinya klub AS Manaco berhasil menjadi juara Liga Prancis (Ligue 1).Selain itu, Mbappe berhasil meraih juara Coupe de France 2017-2018, juara Coupe de la Ligue 2017-2018 dan juara Piala Super Prancis 2018-2019.Tak sampai disitu, Mbappe juga berhasil mengantarkan Prancis menjadi juara Piala Dunia edisi tahun 2018 di usia yang sangat muda yakni 19 tahun.

Banyak yang tidak mengetahui bahwa orangtua Mbappe merupakan olahragawan. Ayahnya bernama Wilfried berasal dari Kamerun, diketahui merupakan pelatih sepakbola klub lokal yakni, AS Bondy. Dan Ibunya Fayza berasal dari Aljazair merupakan atlit bola tangan. Mbappe kemudian ikut berlatih di AS Bondy sejak usia enam tahun (2004). Ia sejak kecil dilatih sebagai sayap kiri oleh ayahnya sendiri.

Kegemaran Mbappe terhadap sepakbola sudah terlihat sejak Ia masih balita. Mbappe kecil, bisa menonton lima pertandingan sepakbola berturut-turut tanpa merasa bosan menjadi bukti kegilaannya tersebut terhadap si kulit bundar. Sudah merupakan hal lumrah bahwa pemain besar tumbuh dari lingkungan yang tidak ramah tumbuh kembang anak. Hal serupa dialami oleh Mbappe, diketahui tempat Ia tinggal dan dibesarkan merupakan daerah dengan tingkat kriminalitas tinggi.

Baca Juga: Resep Tempe Goreng Sambal Cetar Kecap, Praktis dan Sederhana

Saat di usia 11 tahun Mbappe mengeyam pendidikan di klub Chelsea. Setelah itu, pada tahun 2013 Mbappe kembali ke Prancis dan berlatih di akademi AS Manaco. Selama berlatih disana, Mbappe terus menerus menunjukkan bakat dan kemampuannya yang luar biasa sehingga Ia dipanggil ke Timnas Prancis U-17 pada tahun 2014. Kemudian, Mbappe mendapat kontrak profesional di AS Manaco sampai tahun 2018.

Mbappe akhirnya dikontrak secara permanen oleh PSG dari bursa transfer musim panas 2018 hingga saat ini karena performanya yang sangat menakjubkan. Mbappe sukses menjadi pemain termuda kedua di belakang legenda Brasil, Pele yang mencetak gol di final Piala Dunia. Ketika itu, ia berhasil menjebol gawang Kroasia di menit ke-65, dan membawa Prancis menang dengan skor 4-2.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Arifka Brilliana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X