LIPUTANBEKASI.COM - Rachel Venya dan Kim Seon Ho merasakan kecaman atas perilaku cancel culture.
Disebut cancel culture andalah "Sikap kolektif masyarakat untuk memboikot seseorang atas perbuatan atau perkataannya" dikutip dari Chanel YouTube Young On Top, Rachel Venya dan Kim Seon Ho pantaskah diboikot?.
Begitulah cancel culture yakni budaya ngebuang image baik seseorang di mata publik, Rachel Venya dikecam netizen atas kasus nya tetapi masih saja edorse, begitupun Kim Seon Ho iklan dan projeknya dibatalkan.
Netizen membuat perilaku cancel cultur kepada Rachel Venya, dimana hukum di Indonesia sangat lemah.
Rachel Venya yang diponis 8 bulan masa percobaan tahanan, namun kasusnya seperti dianggap sepele, dan menjadi kecaman netizen.
Dianggap tidak tau malu, Rachel Venya enak-enak saja membuat story bahkan edorse, padahal habis diponis atas perbuatannya.
Lain dengan Kim Seon Ho yang pernah kena kasus karena menyuruh mantan pacarnya aborsi.
Baca Juga: Prabowo Subianto Resmi Merubah Logo Kemhan, Ini Makna dan Filosofinya
Dimana Kim Seon Ho langsung diboikot, bahkan foto-foto tentang dirinya dalam iklan sampai dihapus.
Seperti itulah kekejaman cancel cultur, bisa menyerang siapa saja dan dalam bidang apa saja.***
Artikel Terkait
Rachel Vennya Kabur Saat Karantina Cocid-19 , Terancam UUD Wabah Penyakit Menular
Bimsalabim! Akun Instagram Rachel Vennya Lenyap dari Media Sosial
Usai Soal Karantina, Rachel Vennya Kini Diperiksa Perkara Mobil Berplat RFS
Netizen Ramai Lakukan Cancel Culture Terhadap Brand Yang Endorse Rachel Venya: Sanksi Sosial Buat Si Sopan
Kenali Apa Itu Cancel Culture (Budaya Pengenyahan), Sanksi Sosial yang Diberikan Netizen Pada Rachel Venya