Polda Jawa Timur Ungkap Hasil Penyelidikan Penyebab Kecelakaan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah

photo author
Yuni Sari Astuti Sinabutar, Liputan Bekasi
- Selasa, 9 November 2021 | 14:49 WIB
Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman dalam podcast Deddy Corbuzier, Senin 8 November 2021
Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman dalam podcast Deddy Corbuzier, Senin 8 November 2021

LIPUTAN BEKASI - Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur, ungkap fakta mengenai penyebab kecelakaan yang menewaskan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah di Tol Jombang-Mojokerto arah Surabaya pada Kamis, 4 November 2021 lalu.

Diketahui Sebelumnya ada lima orang dalam satu mobil, dua orang tewas dan tiga orang selamat dari insiden tersebut yaitu anak, sopir dan asisten.

Baca Juga: 8 Cara yang Tepat Memilih Skincare Untuk Pemula

Hal itu disampaikan oleh Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Latif Usman di podcast Deddy Corbuzier pada Senin, 8 November 2021.

Latif Usman menyebut kecelakaan tersebut disebabkan karena kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Mobil yang dikendarai tersebut menghantam ruas ujung batas beton, sehingga terjadi benturan yang sangat keras.

Baca Juga: Kecelakaan beruntun melibatkan 3 mobil, 2 motor dan 1 Dump Truck

Latif Usman pun membenarkan tidak adanya bekas rem yang ditemukan dalam insiden tersebut.

“Kita liat fakta di lapangan memang tadi disampaikan tidak ada bekas rem betul,” kata Latif Usman.

“Kita sudah mendapatkan informasi di beberapa kilometer itu kecepatan 13, pada saat di kilometer 672.300 oleng ke kiri," tambahnya.

Baca Juga: Seorang pedagang tewas tertimpa tembok saat hujan deras dan angin kencang berlangsung di DKI Jakarta

"Dia sempat menyentuh pembatas yang menggunakan besi, yang fatalnya memang adalah dia menghantam ujung batas beton,” lanjutnya.

Setelah terjadi hantaman pada ujung batas beton, mobil tersebut terpelanting dengan begitu cepat sampai 30 kilometer.

“Penyebab yang paling banyak terjadi adalah hilangnya konsentrasi pengemudi, yang kedua adalah pecah ban itu yang sering terjadi," ujarnya.

Baca Juga: Tahukah Kamu berapa besar batas dari otak kita sendiri?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X