LIPUTANBEKASI.COM - Apa kalian sering mendengar kata “OCD”? atau mungkin kalian sering mendengar orang-orang yang bercanda dan mengaku OCD karena mereka suka menata barang-barang secara teratur dan tidak suka melihat suatu urutan benda yang tidak simetris?
Orang-orang yang sering bercanda seperti itu biasanya sama sekali bukan penderita OCD, mereka mungkin belum mengetahui, atau tidak mengakui bahwa OCD merupakan sebuah penyakit mental yang serius.
Yuk, Pahami ap aitu OCD, Apa yang dirasakan oleh penderita, apa penyebabnya?
Baca Juga: Wajib Tahu! Yuk Pahami Apa Itu Skizofrenia, Apa Penyebabnya?
OCD atau Obsessive-Compulsive Disorder adalah sebuah penyakit kejiwaan yang membuat penderitanya merasa ketakutan berlebih (Obsesi) yang memaksa untuk melakukan hal secara berulang-ulang (Kompulsi) yang dapat menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari.
Penderita biasanya selalu mencoba untuk menghentikan kebiasaan berulang seperti ini, namun upaya itu akan meningkatkan kecemasan penderita. Pada akhirnya, penderita dengan terpaksa akan tetap melakukan hal secara berulang kali untuk meredakan stress.
OCD biasanya sering berpusat pada hal-hal tertentu. Contoh, penderita mengalami ketakutan berlebih pada serangan kuman. Maka dia akan mencuci tangan sebanyak 17 kali sebelum makan agar tangannya benar-benar bersih.
Baca Juga: Wajib Tahu! Yuk Pahami Apa Itu Skizofrenia, Apa Penyebabnya?
OCD biasanya memiliki gejala-gelaja seperti gejala obsesi dan gejala kompulsi. beberapa gejala-gejala Obsesi tersebut diantaranya adalah:
- Takut akan kontaminasi kuman
- Takut akan keamanan
- Ingin semua benda dalam posisi simetris.
- Dll.
Kemudian, beberapa gejala-gejala kompulsi diantaranya adalah:
- Mencuci
- Membersihkan
- Mengecek
Gejala kompulsi ini biasa dilakukan penderita secara terpaksa dan berulang-ulang.
Baca Juga: Wajib Tahu! Yuk Pahami Apa Itu Skizofrenia, Apa Penyebabnya?
OCD biasanya dialami sejak usia remaja sampai dewasa. Namun, gejala yang timbul bisa terjadi saat masih usia kanak-kanak.
Gejala yang dialami akan bervariasi dan cenderung bertahap sejalan dengan usia. Jenis obsesi dan kompulsi yang diderita juga bisa berubah-ubah seiring waktu.
Artikel Terkait
Tujuh tanda kanker prostat yang perlu di ketahui pria dan cara mengatasinya, begini penjelasan para ahli
Inilah tujuh tanda peringatan dini kanker payudara pria yang perlu Anda ketahui, berikut penjelasan para ahli
Dua Anak Remaja Membunuh Bocah Berusia 11 Tahun. Sudah di Rencakan?
Bharada E Dituntut 12 Tahun Penjara di Kasus Pembunuhan Brigadir J
Kelihatan Sederhana Namun Sangat Berpengaruh, Ini 10 Kesalahan CV yang Wajib Kamu Ketahui
Wajib Tahu! Yuk Pahami Apa Itu Skizofrenia, Apa Penyebabnya?
4 Cara Mengaktifkan Google Alerts Untuk Notifikasi Loker Terbaru