Sejarah Islamic Centre Kota Bekasi, Penggagasnya K.H. Noer Alie Wafat Sebelum Diresmikan

photo author
Sidik Irawan, Liputan Bekasi
- Minggu, 2 Januari 2022 | 17:29 WIB
salah satu pemandangan yang berada di dalam Islamic Centre Kota Bekasi (Tangkapan layar Google Maps/herry s w)
salah satu pemandangan yang berada di dalam Islamic Centre Kota Bekasi (Tangkapan layar Google Maps/herry s w)

LIPUTANBEKASI.COM - Islamic Centre Kota Bekasi yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani Bekasi Selatan merupakan pusat studi dan kajian Islam untuk wilayah Bekasi.

Islamic Centre Kota Bekasi menyediakan berbagai fasilitas seperti Masjid, Asrama (Arafah dan Mina), Gedung Serba Guna, Selasar Masjid, Gedung Perpustakaan, Taman, dan lain-lain.

Saat ini Islamic Centre Kota Bekasi dikelola oleh Yayasan Nurul Islam Bekasi.

Namun di balik perkembangan dan kemajuannya tersebut, Islamic Centre Kota Bekasi juga memiliki sejarah yang tidak kalah menarik untuk dilewatkan.

Baca Juga: Sentra Grosir Cikarang (SGC) Mengadakan Lomba Tari Jaipong Usia Dini, Kebudayaan Tidak Boleh Hilang

Dikutip dari Instagram @kotabekasikeren, penggagas yang memiliki ide brilian untuk mebangun Islamic Centre Kota Bekasi adalah seorang ulama kenamaan Bekasi, K.H. Noer Alie.

K.H. Noer Alie menyampaikan gagasannya tersebut kepada Bupati Bekasi yang saat itu dijabat oleh H. Suko Martono.

"Saudara Bupati, kita belum punya sesuatu yang seperti Islamic Centre, mumpung saudara jadi Bupati, coba pikirkan bagaimana cara mendirikannya," ungkap K.H. Noer Alie kepada H. Suko Martono.

Baca Juga: Tari Jaipong Kebudayaan Jawa Barat yang Mulai Hilang

Gagasan K.H. Noer Alie tersebut kemudian direalisasikan dan dimulai pengerjaannya setelah 6 bulan dari penyampaian idenya tersebut.

Islamic Centre pun dibangun di atas tanah seluas 3,6 Ha yang semula merupakan rawa-rawa yang sekarang berada tepat di Jl. Ahmad Yani Bekasi Selatan.

Pembangunan itu dimulai sejak tahun 1990 dengan 3 tahap pembangunan yang berangsur-angsur.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan La Liga Malam Ini, Ada Real Madrid dan Atletico Madrid

Tahap pertama pembangunan dimulai dengan aula K.H. Noer Alie, ruangan kantor, dan gedung perpustakaan. Tahap kedua dibangun asrama dan ruang makan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X