LIPUTANBEKASI.COM - Penyanyi Riefian Fajarsyah atau yang dikenal dengan Ifan Seventeen dibuat geram.
Belum reda kekesalan Ifan Seventeen karena petugas keamanan membubarkan konser di Banyuwangi, Jawa Timur, dirinya kembali dibuat meradang oleh salah seorang warganet.
Pasalnya, Ifan Seventeen disinggung soal tragedi Selat Sunda empat tahun silam yang merenggut nyawa tiga musisi grup band tersebut oleh Asep Hendra selaku pemilik akun @dra_ash melalui kolom komentar.
Hal itu bermula saat Ifan Seventeen mengungkapkan kekesalannya terhadap petugas keamanan yang tiba-tiba naik ke atas panggung dan membubarkan konser privat secara paksa pada Minggu malam lalu, melalui posting-an di akun Instagram pribadinya, @ifanseventeen.
Baca Juga: Aldi Taher sukses manggung di UI, warganet: nyanyiin lagu Lesti Sayang Rizki Billar enggak?
Dalam posting-an tersebut, Ifan Seventeen menyinggung soal etika.
Pria 39 tahun tersebut beranggapan jika terdapat hal yang melanggar kesepakatan, sebaiknya diselesaikan baik-baik dengan panitia acara dan pemilik hotel.
Beberapa saat kemudian, salah seorang warganet Asep Hendra turut mengomentari posting-an Ifan.
Alih-alih memberikan dukungan di kolom komentar, Asep justru menyinggung tragedi Selat Sunda pada 2018 silam yang menewaskan ketiga personil Seventeen yakni Bani, Herman, dan Andi.
"Kata security, masih mending cuma ditegur security daripada ditegur gempa & tsunami. Ingat kan tsunami 2018 yang dialami? Bukan masalah etika, etika bisa kami cari sendiri," tulis pemilik akun @dra_ash.
Ifan sontak geram dengan Asep yang dinilai telah menyerang pribadinya dan grup band Seventeen.
Suami dari Citra Monica kemudian membalas komentar tersebut.
Baca Juga: Xiaomi 13 series saingan Galaxy S23 akan resmi meluncur di Cina, simak harga dan spesifikasinya
"Jangan bawa-bawa bencana mas, DM saya alamatmu. Kalau memang ada masalah pribadi kita selesaikan secara pribadi!" balas Ifan.
Namun sayangnya, alih-alih meminta maaf, Asep justru menghapus komentar itu dan menonaktifkan akun Instagram-nya.
Tidak hanya Ifan, gitaris pertama sekaligus pendiri grup band Seventeen Yudhi Rus Harjanto juga mengungkapkan kemarahannya melalui akun Instagram-nya, @joddie_rose.
Yudhi memberikan ultimatum kepada Asep untuk segera meminta maaf dalam waktu 24 jam.
Apabila warganet tersebut tidak menunjukkan itikad baiknya, Yudhi bertekad akan melaporkannya ke pihak kepolisian.
"Saya peringatkan ya jangan bawa-bawa tragedi yang menimpa keluarga kami. 1x24 jam kamu gak minta maaf, @divisihumaspolri siap ketuk pintu rumahmu. Saya tunggu dari sekarang," tulis mantan gitaris Seventeen Band tersebut dengan menyebut nama akun Instagram resmi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Berdasarkan pantauan Liputanbekasi.com pada Selasa, 13 Desember 2022 pukul 14.30 WIB, posting-an Ifan terkait video pembubaran paksa konser oleh petugas keamanan dan posting-an Yudhi terkait ultimatum terhadap warganet tersebut, telah dihapus oleh yang bersangkutan. ***
Artikel Terkait
Turun Rp7.000, Harga Emas Antam Rp998.000 per Gram pada Selasa 13 Desember 2022
Josko Gvardiol bek tengah Kroasia menjadi buah bibir semua orang
perjalanan karir Sridevi dari Prabumulih juara 1 D’Academy 5 Indosiar
Blangkon Solo dan blangkon Jogja, mirip tapi beda dalam filosofi
Masih naik-turun, simak daftar harga rata-rata 12 bahan pangan per Selasa, 13 Desember 2022
Viral di medsos, unggahan tanda tangan unik mirip anime
Jangan pernah sia-siakan sosok pasangan yang seperti ini, jika kamu tidak mau menyesal
Bantu Menurunkan Angka Pengangguran, CEO Urban Media Network Dirikan Urban Learning Center di Depok
Destinasi dan budaya tertib Qatar, ini menarik dicermati
manuver dari pengacara Bharada E : Terlihat gelang Putri Candrawathi