Hadiah Kenaikan Harga BBM Dari Pemerintah, Muhamad Fauzi: Rakyat Akan Semakin Susah

photo author
Defrin Zakiyah Insani, Liputan Bekasi
- Senin, 5 September 2022 | 13:01 WIB
Hadiah Kenaikan Harga BBM Dari Pemerintah, Muhamad Fauzi: Rakyat Akan Semakin Susah (Instagram/@sobatfauzi)
Hadiah Kenaikan Harga BBM Dari Pemerintah, Muhamad Fauzi: Rakyat Akan Semakin Susah (Instagram/@sobatfauzi)

LIPUTANBEKASI.COM - Pemerintah secara resmi menaikkan harga BBM pada Sabtu, 3 September 2022 siang.

Jenis BBM yang naik di siang bolong pukul 14.30 WIB yaitu Pertalite, Solar dan Pertamax. Padahal Presiden berjanji tahun 2022 tidak akan ada kenaikan BBM.

Sekretaris Bidang DPN Partai Gelora Indonesia Muhamad Fauzi menilai kenaikan harga BBM akan membuat semakin susah kehidupan rakyat yang sudah susah akibat pandemi.

"Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM karena beban subsidi meningkat salah sasaran, sebab hanya akan menyusahkan rakyat," kata Fauzi dalam keterangannya, Minggu, 4 September 2022.

Baca Juga: Subsidi BBM Tepat Sasaran, Pertamina Ajak Masyarakat Segera Mendaftar

Menurut Fauzi alasan pemerintah terkait subsidi yang hanya dinikmati masyarakat kalangan menengah yang memiliki mobil tidak akan pernah bisa diterima.

Sebab efek pemerintah mencabut subsidi BBM akan merugikan kepentingan rakyat dan akan membuat beban hidup masyarakat semakin sulit.

"Rakyat tidak akan pernah terima alasan pencabutan subsidi BBM, sebab kepentingan rakyat yang dikorbankan disaat beban hidup semakin sulit," tegas Fauzi yang juga menjabat sebagai Ketua Gelora Milenial.

Baca Juga: Pertamina Jamin Penuhi Layanan BBM di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat

Seperti diketahui, pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022). Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10 ribu/liter.

Kemudian harga solar subsidi naik dari Rp 5.150 jadi Rp 6.800/liter. Pertamax juga ikut naik dari Rp 12.500 jadi Rp 14.500/liter.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp152,5 Triliun menjadi Rp502, Triliun, dan angka ini diprediksi akan meningkat terus.

Baca Juga: BBM Jenis Pertamax Naik, Akankah Harga Kebutuhan Pokok Ikut Melambung Tinggi?

Sehingga pemerintah membuat keputusan dalam situasi yang sulit dengan melakukan penyesuaian harga beberapa jenis BBM.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Defrin Zakiyah Insani

Sumber: Riset Mandiri

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X