LIPUTANBEKASI.COM – Umat Hindu akan Merayakan Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1944 pada 3 Maret 2022.
Hari Raya Nyepi biasa dirayakan umat Hindu pada setiap tahun Saka.
Umat Hindu melakukan upacara adat yang bertujuan agar pelaksanaan Nyepi bisa berjalan dengan lancar.
Hari Raya Nyepi adalah menyepikan diri agar seseorang dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian penuh hikmat dengan baik.
Baca Juga: Berita Terbaru, 6 Jenis Vaksin Booster yang Dipakai di Indonesia Sebagai Vaksin Covid-19
Nyepi suasana sangat hening dan tenang. Seperti tidak melakukan aktivitas, tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak berpergian agar dapat sepenuhnya melakukan nyepi dan intropeksi diri.
Bagi umat Hindu, tahun baru Saka memiliki makna hari pembaharuan, hari kebangkitan, hari kebersamaan, hari toleransi dan hari kedamaian.
Umat Hindu merayakan pergantian Tahun Saka dengan Nyepi selama 24 jam.
Intip, 3 rangkaian lengkap perayaan Nyepi? Yuk, simak informasinya di bawah ini!
1. Tawur
Tawur memiliki arti membayar atau mengembalikan, yaitu mengembalikan sari-sari alam yang telah digunakan manusia.
Baca Juga: Uji Coba Rute 14 JIS-Senen Bus TransJakarta Telah Dimulai, Inilah Rute Lintasannya
Sari-sari alam itu dikembalikan melalui upacara Tawur yang dipersembahkan kepada para Butha, dengan tujuan agar para Bhuta tidak mengganggu manusia sehingga bisa hidup secara harmonis.
2. Upacara Melasti
Artikel Terkait
Akan Menjalani Ritual Pindah ke Agama Hindu, Sukmawati Soekarnoputri Sudah Mendapatkan Persetujuan Keluarga
Sukmawati Resmi Memeluk Agama Hindu, Ungkap Cerita Dibalik Pindah Agama
Gempa Bumi 5,3 SR Mengguncang Bali dan Jawa Timur 13 Desember 2021
Perpanjangan PPKM Jawa Bali dan Luar Jawa Bali, Yuk Simak 4 Informasi Terkininya
Perpanjangan PPKM Jawa Bali dan Luar Jawa Bali, Ada PPKM Level 3 dan PPKM Level 4