Macam-macam Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia yang Unik

photo author
Amin Rahman, Liputan Bekasi
- Rabu, 20 Oktober 2021 | 05:55 WIB
Maulid Nabi Muhammad SAW momentum perbaikan akhlak
Maulid Nabi Muhammad SAW momentum perbaikan akhlak

Tradisi Kirab Ampyang untuk memperingati Maulid Nabi pertama kali digagas oleh Sultan hadirin dan istrinya, Ratu Kalinyamat.

Baca Juga: Viral ! Video Komika McDanny Menghina Habib Rizieq, McDanny Minta Maaf dengan Istighfar dan Syahadat

Di sini disediakan ampyang atau nasi dan kerupuk yang kemudian diarak keliling desa.

Kini tradisi tersebut diikuti oleh banyak peserta yang menampilkan kesenian dan visualisasi tokoh-tokoh yang berjasa terhadap pendirian Masjid Wali.

6. Grebeg Maulud Yogyakarta

Tradisi Grebeg Maulud diselenggarakan oleh keraton Yogyakarta, dan bertempat di Keben Keraton Yogyakarta.

Baca Juga: Vaksinasi Guru di Kabupaten Bekasi Sudah Mencapai 83 Persen, PTM Siap Dilaksanakan

Ini merupakan puncak dari perayaan Sekaten untuk memperingati kelahiran Rasulullah.

 Perayaan diselenggarakan dengan menyajikan tujuh gunungan (ditambah satu gunungan yang dikeluarkan 8 tahun sekali, yaitu Gunungan Bromo).

Gunungan-gunungan yang berisi makanan dan hasil bumi itu akan dibawa ke Masjid Gede, Kepatihan dan Puro Pakualaman untuk dibagikan kepada warga.

Baca Juga: Baim Wong Klarifikasi, Terkait Kakek Suhud Di Podcast Deddy Corbuzier : Akhirnya Semuanya Minta Maaf

7. Pawai Telur di Banyuwangi dan Bali

Warga di Banyuwangi dan Bali memperingati Maulid Nabi dengan cara pawai telur atau Pawai Endog.

Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun ini, pertama kali digagas oleh Sunan Giri saat memperkenalkan Islam di daerah Banyuwangi.  

Pada perayaan Maulid Nabi, warga merebus telur yang kemudian ditusuk dengan kayu dan dihias.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X