• Kamis, 20 Januari 2022

Sambut Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW, Manusia Terbaik yang Diutus Allah Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Maulid Nabi Muhammad SAW (Instagram/@kurd_jungkook1)
Maulid Nabi Muhammad SAW (Instagram/@kurd_jungkook1)
 
LIPUTAN BEKASI - Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada 12 Rabiul awal, ayahnya bernama Abdullah, ibunya bernama Aminah.
 
Tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut “Tahun Gajah” yang menandai momen penting dalam sejarah Islam. Dimana pada tahun tersebut, Abrahah dengan pasukan bergajah berusaha masuk ke Masjidil Haram untuk menghancurkan Ka’bah.
 
Namun, Allah SWT mengirim sekumpulan burung Ababil dengan membawa tanah liat yang dibakar, lalu dilemparkan kepada Abrahah dan pasukannya.
 
Sehingga mereka binasa seperti “Daun Yang Dimakan Ulat” sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al-Fiil.
 
 
Di “Tahun Gajah” itulah Nabi Muhammad lahir dari rahim Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhra sebagai anak yatim.
 
Dilansir dari NU Online, pada malam kelahiran Nabi Muhammad SAW, istana Kisra di Persia berguncang hingga 14 ruangannya roboh, api yang disembah kaum majusi padam seketika. Padahal, api tersebut selalu menyala selama seribu tahun.
 
Menyusul kejadian itu, air Danau Sawah surut, Lembah Samawah kebanjiran, dan sejumlah mata air menjadi kering. Sehingga raja Kisra dan rakyatnya bingung dan kelimpungan.
 
 
Diinformasikan pula, seorang kepercayaan Kisra bernama al-Mubizdan bermimpi melihat unta-unta bermuatan berat menuntut kuda-kuda bagus. 
 
Unta-unta itu berjalan mengarungi Sungai Tigris dan Sungai Eufrat, lalu berjalan menyebar ke sejumlah negerinya.
 
Mimpinya tersebut ditafsirkan dengan sebuah peristiwa besar yang akan terjadi di penjuru Arab. Peristiwa yang dimaksud tak lain adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW.
 
 
Setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW, bangsa jin tak bisa lagi megintip berita langit. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh bangsa jin dalam Al-Qur’an Surat Al-Jin ayat 8-9. 
 
Padahal sebelumnya, mereka dengan leluasa menduduki beberapa tempat di langit untuk mendapatkan kabar berita lalu disebarkan kepada para peramal dan tukang sihir. 
 
Namun setelah Nabi Muhammad SAW lahir, Allah meminta langit dipenuhi penjagaan malaikat dan panah-panah api, sehingga setan tak bisa lagi mencuri informasi langit.
 
 
Diriwayatkan, tatkala tak bisa mengakses informasi langit, kaum jin berkumpul dan melaporkan kejadian tersebut kepada Iblis. 
 
Dengan cepat, Iblis menginstruksikan agar kaumnya menyebar ke seluruh bumi, untuk memastikan apa yang sedang terjadi.
 
Ternyata, dari hasil pengamatan mereka, ditemukan bahwa di Kota Mekkah ada seorang bayi yang tengah dikerumuni malaikat. 
 
 
Bayi itu mengeluarkan sinar yang memancar ke langit. Para malaikat pun sibuk sibuk menyampaikan salam kepada panutan alam yang baru saja dilahirkan.
 
Setelah kejadian tersebut dilaporkan, Iblis sangat menyesalkan. Sebab, panutan alam telah datang. Artinya, rahmat bagi umat manusia akan dilimpahkan.
 
Sehingga pantas, menurutnya, jin dan setan dihalang-halangi naik ke langit dan mencuri informasinya.
 
 
Sementara itu, keajaiban juga dirasakan oleh Halimah As-Sa’diyah, ibu persusuan Nabi Muhamad SAW.
 
Saat itu, serombongan wanita dari bani Sa’id datang untuk mencari bayi yang akan disusuinya demi mendapatkan upah dan bayarannya. Termasuk Halimah yang diantar oleh suami beserta bayi mungilnya.
 
Namun, setelah dua hari berada di Mekkah, Halimah belum juga mendapatkan bayi untuk disusuinya. Yang tersisa hanyalah bayi bernama Muhammad bin ‘Abdullah. 
 
 
Ternyata bayi yang satu ini tak menjadi pilihan wanita Bani Sa’id lainnya karena kondisinya yang yatim, harapan mereka untuk mendapatkan upah dari bekerja menyusuinya tidak akan terpenuhi.
 
Akan tetapi, karena tidak mau pulang dengan tangan kosong, akhirnya Halimah sepakat dengan sang sumai untuk mengambil bayi yatim bernama Muhammad itu.
 
Tak disangka, begitu sang bayi diterima, dan dibuka kain bungkusnya. Halimah melihatnya penuh takjub. Wajah bayi itu bercahaya, membuat dirinya kagum karena baru itu ia mendapatkan bayi yang luar biasa.
 
 
Tak sampai disitu, begitu si bayi disusui, air susu dari Halimah mengalir deras. 
 
Bahkan unta yang ditumpangi mereka yang semula kurus seketika menjadi gemuk dan kuat menempuh perjalanan.
 
Sejak saat itu, keberkahan pun berlimpah, tidak hanya kepada keluarga Halimah, tapi juga kepada kabilahnya.
 
 
Itulah kisah singkat tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan hal ini dapat membuat kita semakin cinta kepadanya, serta kelak pada hari kiamat kita dikumpulkan bersamanya.***

Editor: Refly Rafesqy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X