nasional

Fakta dan Motif Dari Pembunuhan Ustad Arman

Rabu, 29 September 2021 | 22:31 WIB
Polda Metro Jaya merilis pelaku pembunuhan di Tangerang . (/Pikiran Rakyat/ Muhammad Rizky Pradila)

LIPUTAN BEKASI – pelaku penembakan ustadz Arman yang kerap dipanggil ustad Alex yang terjadi di kelurahan Kunciran Kecamatan Pinang kota Tangerang pada tanggal 18 September 2021 lalu sudah berhasil ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian setelah sepuluh hari pencarian.

Korban tewas beberapa jam setelah kejadian saat perjalanan menuju rumah sakit.

Insiden ini terjadi saat korban (ustad Arman) tengah selesai menunaikan salat Maghrib berjamaah tepatnya pukul 18:30 WIB di Masjid Jami’l Nurul YaQin dan hendak pulang ke rumahnya.

Dalam konferensi pers POLDA METRO JAYA pada tanggal 28 September 2021,menyampaikan bahwa berdasarkan rekaman cctv , pelaku yang berinisial M bertugas sebagai penginisiator dari kejadian tersebut,dan pelaku berinisial K bertugas sebagai eksekutor,serta pelaku berinisial S sebagai joki.

Baca Juga: Jual Beli Monyet Ekor Panjang di Bali, Begini Tanggapan BKSDA

Selain tiga tersangka yang berhasil ditangkap,tim kepolisian juga masih melakukan pencarian satu orang pelaku yang berinisial Y yang diberi dana lima puluh juta rupiah oleh tersangka M untuk menjadi eksekutor penembakan.

Diketahui sebelum pembunuhan itu terjadi ,pelaku S dan K sudah melakukan pengintaian untuk mengetahui situasi jam atau pukul berapa bisanya korban melakukan aktivitas keluar rumah.

Tim kepolisian mendapat pelaku saat tengah berada di salah satu rumah makan di kota Tangerang.

Baca Juga: Gunung Merapi Kembali Semburkan Lava Pijar hingga 1800 Meter

Setelah dieksekusi oleh tim kepolisian,motif dari pembunuhan ini merupakan dendam lama dimana pelaku berinisial M mendapat pengakuan dari istrinya bahwa sempat melakukan hubungan terlarang dengan korban(A) pada tahun 2010 sehingga terjadi pembunuhan berencana.

Diketahui korban(A) bukanlah seorang ustad namun sebagai paranormal, beliau dipanggil ustad hanya karena sebagai ketua majelis taklim di masjid, namun dia tidak mengajar ngaji atau kegiatan lainnya.

Pihak kepolisian akan terus menggali latar belakang dari keluarga korban, upaya – upaya ini dilakukan dengan penyelidikan lapangan sedemikian rupa untuk mengetahui lebih detail nya,baik masyarakat sekitar maupun beberapa sumber,maupun saksi.

Baca Juga: Peringkat Perolehan Medali PON XX Papua 2021 Sementara: Papua Teratas Diikuti DKI Jakarta, Jabar Posisi Ketiga

Sejumlah barang bukti juga sudah diamankan oleh pihak kepolisian berupa jaket ojek online,helm dan senjata api yang digunakan saat pembunuhan tersebut.***

Tags

Terkini