Kegelapan Menghantui Eropa, Prancis Lebih Dulu Terdampak

photo author
Brama Samudera Jurnalista, Liputan Bekasi
- Selasa, 6 Desember 2022 | 17:37 WIB
Menara Eiffel, ikon dari kota Paris, Prancis
Menara Eiffel, ikon dari kota Paris, Prancis

LIPUTANBEKASI.COM- Hingar bingar Natal dan Tahun baru 2023 bisa jadi tak semeriah beberapa tahun kebelakang khususnya bagi warga eropa terutama Prancis. Pasalnya Penurunan suhu mendekati Nol derajat akan menguji daya tahan jaringan listrik di prancis.

Krisis energy di eropa terjadi karena beberapa hal yang cukup krusial disana. Mulai dari suhu yang turun secara ekstrem akibat memasuki musim dingin, juga karena krisis energy yang disebabkan oleh hal lain.

Menurunnya daya keluar listrik ini seperti data yang tercatat oleh utilitas Prancis EDF mencapai level terendahnya selama kurun waktu 30 tahun terakhir.

Hal ini bisa terjadi karena dipadamkannya reaktor nuklir mencapai rekor tertingginya dan prancis sedang berpacu dengan waktu di musim dingin kali ini untuk memastikan instalasi energy dapat berjalan dengan maksimal pada musim dingin kali ini.

BACA JUGA : Harga dan Keistimewaan Honda Super Cub C125, Motor Bebeknya Para Sultan

Mengutip dari Reuters Konsultan energy di EnAppSys Jean-Paul Harreman mengatakan,  “Prancis lebih rentan terkena krisis di Eropa,” ujarnya pada 6 Desember 2022.

"Ini dipicu oleh dampak perang di Ukraina, daripada beberapa negara Eropa lainnya karena ketersediaan nuklir yang rendah dan permintaan di sana yang sangat sensitif terhadap suhu," tambahnya lagi.

Suhu yang terus turun pada bulan Desember dan bahkan mendekati Nol derajat pada akhir pekan ini, meskipun pada bulan lalu suhunya mengurangi penggunaan daya listrik di Prancis.

Dengan perkiraan pekan depan  dimana itu mengarah ke suhu yang lebih dingin, kebutuhan akan pasokan listrik kan terjadi lebih besar dan ketat pada senin 12 Desember 2022 mendatang, ungkap Analis Refinitiv Nathalie Gerl.

Baca Juga: 3 Tips Mengambil Selfie bagi Pemula, Hasilnya Dijamin Mirip Selebgram

Ia menambahkan, “Konsumsi akan mencapai puncaknya pada 80 GW (versus 73 GW pada 5 Desember), sementara tenaga angin diperkirakan akan berada di bawah normal. Jika ketersediaan nuklir tetap pada 37-38 GW, risiko kesenjangan pasokan akan jauh lebih parah daripada saat ini.”

Disisi lain Presiden prancis Emmanuel Macron mengimbau agar tidak terjadi kepanikan warganya dengan pemadaman di musim dingin kali ini, namun dirinya tidak menutup mata  dari opsi pemadaman kedepan.

Pada senin ini, jumlah ketersediaan nuklir masih rendah dan dibantu oleh negara tetangga Prancis juga produksi listrik yang cukup besar dari pembangkit listrik berbahan bakar gas. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X