LIPUTAN BEKASI – Tensi panas di sebuah perbatasan Cina dan India yang berada di Himalaya kembali memunak, pembahasan antara komandan miiliter dari kedua negara tersebut berlarut larut dalam upaya untuk menyelesaikan kebuntuan di bentangan perbatasan telah gagal dilakukan.
Bahkan dari kedua belah pihak pun saling menyalahkan satu sama lain, pada Senin, Oktober 2021 ditanggal 11, melontarkan sebuah pernyataan saling menyalahkan atas kegagalan penyelesaian dalam sengketa perbatasan tersebut.
Tentara baik dari India dan Cina berulang kali terlibat dalam sebuah pertempuran di dataran tinggi yang berada di Kawasan Ladakh India dimulai sejak tahun lalu, meskipun kedua militer tersebut mengadakan lebih satu pertemuan untuk membicarakan sengketa ini agar dapat meredakan situasi.
Pada hari Minggu, para komandan tinggi bertemu untuk ke-13 kalinya, dengan pejabat dari India mengungkapkan bahwa konfrontasi yang telah ditimbulkan oleh “upaya sepihak yang dilakukan oleh China dalam mengubah status qua,” kata Kemenhan India dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Jelang Turun Tahkta, Merkel Mengklaim Jerman Tetap Mempriotaskan Israel
“selama diskusi tersebut, pihak India membuat sebuah saran yang konstruktif untuk menyelesaikan kawasn kawasan wilayah yang tersisa. Tetapi dari pihak China tidak setuju dengan saran yang dianjurkan oleh pihak India,” ungkap Kemenhan India, serta menambahkan dari pertemuan itu tidak mendapatkan solusi apa apa.
Pada bulan February yang lalu, kedua belah pihak telah sepakat untuk menarik kembali pasukan mereka masing masing dari beberapa daerah yang bernama Pangong Tso, sebuah danau yang tingginya mencapai 4.270 meter, setelah nego yang berkepanjangan antara komandan tinggi militer dan diplomat dari dua belah pihak.
Cina sendiri Menyalahkan India.
Baca Juga: Kapal Induk milik Inggris yang bernama HMS Queen Elizabeth melipir di dekat Laut RI
“Pihak dari India terus bersikeras pada sebuah tuntutan yang tidak masuk akal dan diluar logika, yang membuat negosiasi ini semakin sulit,” ungkap orang yang bernama Long Shaohua, Jubir dari komando Barat Tentara Pembebasan Rakyat Cina.
Dalam sebuah laporan yang di posting di akun Wechat komando. Long sendiri mengungkapkan, dia berharap India tidak akan “salah dalam menilai situasi” dan akan bekerja sama dengan Cina dalam menjaga kedamaian dan ketenangan dari wilayah tersebut.***
Artikel Terkait
Sinopsis Ikatan Cinta 12 Oktober 2021 : Iqbal dan Denis Ketahuan Berkerjasama Hancurkan Keluarga Hartawan
Timnas Indonesia Menang atas Taiwan 3-0, Witan Sulaeman Berhasil Menyumbang Satu Gol
Jelang Turun Tahkta, Merkel Mengklaim Jerman Tetap Mempriotaskan Israel
Kepulauan Riau Melakukan PPKM Level 1, Terendah Diantara Luar Jawa – Bali
Luhut Mengungkapkan PPKM di Bali Akan Segera Turun Ke Level 2