LIPUTAN BEKASI - Varian R.1 yang baru saja ditemukan di Panti Jompo Kentucky, Amerika Serikat (AS). Varian ini bahkan sudah menyebut di 47 negara bagian Paman Sam.
Mengutip berbagai sumber, Jumat (24/9/2021), Varian R.1 adalah salah satu varian yang mengandung sejumlah mutasi, di antaranya D614G yang terbukti meningkatkan kemampuan menular.
Artinya, diduga lebih menular dibanding varian lain, meski masih butuh penelitian untuk memastikannya.
Saat ini, WHO belum memasukkan varian R.1 ke dalam kategori variant of concern (VOC) maupun varian of interest (VOI).
Baca Juga: Kamu Harus Tau Ini! Pahami dan Kenali Ciri Pasangan Yang Sudah Tidak Lagi Memprioritaskan Kamu
Varian R.1 saat ini ada di kategori 'Variants Under Monitoring', yang semula disebut 'Alerts for Further Monitoring'.
Dalam daftar pantauan varian COVID-19, WHO menyebut varian R.1 terdeteksi pertama kali pada Januari 2021 di 'multiple countries'.
Namun beberapa sumber menyebut, varian ini pertama kali ditemukan di Jepang, sehingga disebut 'varian asal Jepang'.
Baca Juga: 10 Fakta Pertemuan dan Perjalanan Kisah Cinta Ria Ricis dan Teuku Ryan yang Berujung Lamaran
Dilansir dari Health, Sarjana Senior di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health's Center for Health Security.
Amesh A. Adalja mengatakan varian R.1 merupakan versi virus SARS-CoV-2 yang mengalami mutasi terkait dengan perubahan fungsi dari virus.
Dengan kata lain, seperti halnya strain baru, R.1 dapat mempengaruhi orang secara berbeda dari virus versi asli.***
Artikel Terkait
Maria Vania Beberkan Kebiasan Tukul Arwana Sebelum Mengalami Pendarahan Otak
Tukul Arwana Dilarikan Ke Rumah Sakit, Pihak Rumah Sakit Beri Penjelasan Kondisi Tukul
HOAKS, Jaringan Internet Mati Total pada 24 - 30 September 2021, Berikut Bantahan dari Pihak Terkait
Prakerja Gelombang 22 Akan Dibuka, Simak Bocoran Bulannya
Direktur RSPON Membantah, Penyakit Tukul Arwana Bukan Karena Setelah Vaksin Covid-19