LIPUTAN BEKASI - Setelah dua minggu merebut kekuasaan di Afganistan, Taliban akan membentuk pemerintahan baru esok hari, Jumat, 3 September 2021.
Sebuah sumber mengatakan Taliban akan membentuk pemerintahan baru di Afganistan setelah salat Jumat.
Dua minggu lalu tepatnya 15 Agustus 2021, Taliban berhasil menguasai Afganistan dan merebut ibu kota Kabul.
Pada Selasa, 31 Agustus 2021 malam Taliban merayakan kemenangan setelah seluruh pasukan Amerika Serikat mundur dari Afganistan.
Taliban, yang telah menguasai Afganistan segera membentuk pemerintahan baru sepeninggalan Amerika Serikat, dan mereka berharap bantuan internasional. Sebab, kondisi ekonomi mereka mengalami krisi akibat perang cukup panjang.
Kepemimpinan pemerintah baru di mata dunia internasional menjadi sangat penting bagi perekonomian Afganistan, kebangkitan akibat konflik sangat diharapkan sebab konflik yang berkepanjangan merenggut 240.000 warga Afganistan.
Taliban berjanji untuk mengizinkan perjalanan aman ke luar negeri untuk orang asing atau warga Afganistan yang tertinggal saat evakuasi udara besar-besaran yang berakhir pada hari Senin, 30 Agustus 2021.
Namun, Bandara Kabul masih ditutup, sehingga banyak orang berusaha melarikan diri melalui jalur darat ke negara-negara tetangga.
Menteri Luar Negeri Qatarm Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan negara Teluk sedang bicara kepada pihak Taliban dan bekerjasama dengan Turki untuk dukungan teknis dalam operasi di Bandara Kabul.
Mereka berencana memfasilitasi bantuan kemanusiaan dan evakuasi lebih cepat.
Sedangkan Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab menjelaskan dia akan berbicara dengan negara-negara regional mengenai bagaimana mengamankan evakuasi yang aman dengan negara ketiga bagi orang yang ingin meninggalkan Afganistan.
"Mengoperasikan Bandara Kabul dan melaksanakan evakuasi yang aman bagi warga negara asing dan Afghanistan melintasi perbatasan darat adalah menjadi agenda utama," katanya, dikutip Liputanbekasi.com dari Pikiran Rakyat.
Seorang pejabat senior Taliban pada bulan lalu mengatakan Pemimpin tertinggi Taliban, Haibatullah Akhundzada diperkirakan akan memiliki kekuasaan tertinggi atas pemerintahan baru, dengan seorang presiden di bawahnya.
Bentuk pemerintahan Afganistan diprediksi tidak jauh berbeda dengan yang diterapkan Iran.