internasional

walau mirip dengan orang barat, mengapa Rusia tak menyukai negara barat?

Rabu, 14 Desember 2022 | 11:07 WIB
Lambang Negara Rusia (Quora)

LIPUTANBEKASI.COM - Lambang kekaisaran Rusia adalah elang berkepala dua. Yang satu menghadap ke Barat ke benua Eropa dan yang lain menghadap ke Timur, ke Asia.

Lambang ini bisa menggambarkan posisi Rusia yang terus menerus mencari jati diri antara identitas Barat dan Timur.

Orang Rusia sebenarnya adalah campuran dari Barat dan Timur.

Dalam sejarahnya Rusia terbentuk dari kerajaan-kerajaan kecil yang kemudian dianeksasi di bawah kekuasaan Moskow.

Baca Juga: Kuil Kailasa India, Berusia 1200 Tahun Diukir dari Batu Tunggal? Simak Penjelasannya

Sehingga menjadi kerajaan besar yang berpengaruh secara regional.

Dulu pengaruh mereka masih lemah dan berada dalam bayang-bayang Swedia dan Polandia.

Suasana berubah mulai tahun 1500-an, seiring dengan meningkatnya ambisi penguasa Rusia untuk menjadi lebih berkuasa.

Untuk ini mereka melancarkan peperangan kadang melawan Swedia, atau Polandia-Lithuania atau Turki Ottoman.

Baca Juga: 4 mitos yang dipercayai dalam dunia K-Pop, berkaitan dengan angka dan mistis?

Sebelum berhasil merampas St. Petersburg dari Swedia, Rusia adalah kerajaan antah berantah yang sama sekali tidak diperhitungkan oleh kerajaan di Eropa lain.

Hanya setelah Peter the Great mengalahkan Karl XII raja Swedia, Rusia menjadi kekaisaran yang berpengaruh besar dan disegani Eropa.

Secara historis, Rusia terbagi menjadi dua arus filosofis utama yakni Westernisme yang percaya bahwa Rusia harus menjadi negara Eropa seperti Prancis, Inggris, Italia, dll.

Baik secara politik (liberalisme) maupun secara artistik dan filosofis. Tokoh aliran ini misalnya Peter the Great dan Pouchkine.

Baca Juga: Perlu tahu! 7 ciri ini menandakan Anda orang yang sensitif

Halaman:

Tags

Terkini