LIPUTANBEKASI.COM - Perundungan siber atau cyberbullying tidak hanya terjadi pada anak-anak dan remaja.
Perundungan siber juga terjadi pada usia dewasa, khususnya di lingkungan tempat kerja.
Perundungan siber di tempat kerja merupakan hal yang tidak dapat dianggap sepele.
Pasalnya, perundungan siber akan menghancurkan rasa percaya diri bagi seseorang yang mengalaminya.
Bahkan, tindakan tersebut akibat berakibat fatal bagi kesehatan mental atau psikisnya.
Para pelaku perundungan siber akan memanfaatkan kekuatannya untuk menakuti, mengendalikan, dan menekan orang-orang yang dianggap lemah.
Mereka tak segan-segan meneror atau mengintimidasi melalui chat di media sosial atau aplikasi perpesanan instan.
Selain itu, mereka kerap memfitnah korbannya dan menghasut rekan-rekan lain untuk menjauhi dirinya melalui grup di sejumlah platform daring.
Tak jarang pula, mereka memanipulasi dan mengunggah foto korbannya saat melakukan perbuatan buruk.
Akibatnya, rekan-rekan kerja lain percaya begitu saja dan menjauhinya, padahal korban tersebut tidak terbukti melakukan perbuatan itu.
Bagaimanapun juga, jika rekan-rekan Anda bersikap tidak baik atau tidak manusiawi, Anda harus tetap memiliki harga diri dengan melakukan perlawanan.
Namun, perlawanan bukan berarti melakukan dengan segala bentuk kekerasan terhadap mereka.
Mula-mula, Anda harus membaca situasi dan perlakuan rekan-rekan kerja Anda.
Anda juga perlu melakukan hal-hal lainnya tanpa harus menyerang mereka secara fisik.
Berikut adalah lima tips menghadapi perundungan siber di lingkungan kerja: