3 Tips Pendidikan Seks Untuk Anak Remaja, Orang Tua Harus Tegas

photo author
Mauidhotul Husniyah, Liputan Bekasi
- Senin, 5 Desember 2022 | 15:10 WIB
3 Tips Pendidikan Seks Untuk Anak Remaja, Orang Tua Harus Tegas
3 Tips Pendidikan Seks Untuk Anak Remaja, Orang Tua Harus Tegas

Gunakan nama biologis untuk bagian tubuh alih-alih nama panggilan atau alias. Biasakan mengatakan 'penis', 'vagina', 'uretra', dan lain-lain.

Bicaralah mengenai sentuhan yg tepat, dan ajari anak-anak untuk mempercayai diri mereka sendiri apabila mereka merasa terdapat sesuatu yg tidak benar.

  1. Jaga Agar Percakapan Tetap Berjalan

Ini bukan pembicaraan 'satu & selesai' namun diskusi berkelanjutan.

Yang tumbuh bersama waktu anak Anda mendewasa, baik secara fisik juga emosional.

Ketika anak-anak mendekati pubertas (mungkin bisa kelas tiga atau empat SD), masukkan diskusi mengenai perubahan yang dihadapi saat pubertas.

Hal ini dilakukan untuk membantu mereka tahu bagaimana tubuh mereka mulai melakukan persiapan untuk masa remaja dan dewasa.

Saat anak-anak memasuki masa remaja, inilah saatnya untuk bisa perlahan membahas topik seks atau reproduksi.

Baca Juga Mengenal Pola Hubungan Yo-Yo, Hubungan Tarik Ulur Yang Tak Berujung

Pertama, bicarakan mengenai nama-nama bagian tubuh serta fungsinya, dan sentuhan yang boleh dilakukan oleh diri sendiri.

Juga bagian mana saja yang boleh disentuh orang lain. Kemudian tambahkan penjelasan mengenai perubahan misalnya menstruasi, rambut tubuh, dan ciri seks sekunder.

Bersikaplah terbuka untuk menjawab pertanyaan, dan jujurlah apabila Anda tidak memahami jawabannya.

Semakin banyak orang tua dan anak-anak mereka dapat mengeksplorasi konsep-konsep ini bersama-sama.

Semakin mereka dapat berbicara tentang apa yang telah mereka pelajari dan mencerminkannya.

  1. Jujurlah Tentang Risiko

Pada waktu anak-anak memasuki masa remaja, pembicaraan seks lebih sedikit mengenai seks & lebih banyak mengenai – yang lainnya.

Perilaku pengambilan risiko, impulsivitas, ketergantungan sahabat sebaya, pasangan romantis, tekanan seksual, kekerasan seksual, kontrasepsi, dan kehamilan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: psychologytoday.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X