• Minggu, 27 November 2022

7 Tanda Orang Pura-Pura Bahagia, Nomor 3 Hingga Mengumbar Kepalsuan!

- Kamis, 24 November 2022 | 12:56 WIB
Pura-Pura Bahagia  Sumber Foto: Pexels.com
Pura-Pura Bahagia Sumber Foto: Pexels.com

LIPUTANBEKASI.COM - Masa kini kita dibuat untuk percaya bahwa hidup seseorang tampak bahagia. Misalnya, ditunjukkan dengan foto ceria saat berlibur atau saat berkumpul dengan teman.

Bahkan dibuat takjub saat mampu menyelesaikan pekerjaan, "Ahh. Lega rasanya acaranya lancar." sambil memamerkan tim yang solid lengkap dengan senyuman di wajah.

Kita begitu mudah dibuat percaya apa yang orang unggah di media sosial yang menunjukkan kebahagiaan itu. Padahal, belum tentu perasaan bahagia itu ada.

Oleh karena itu, banyak orang berpura-pura bahagia kepada orang disekitarnya. Bagaimana kita tahu jika melakukan hal yang sama dengan mereka?

Mari kita simak tujuh tanda yang menunjukkan kita tidak bahagia, tapi berusaha berpura-pura bahagia di luar. Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Bukan Apple, Ini Daftar 4 Perusahaan Amerika yang Bikin Betah dan Karyawannya Paling Bahagia

1. Mood yang Terlalu Naik Turun Secara Dramatis Dianggap Normal

Mood yang terlalu naik turun itu ibarat naik wahana roller coaster yang mengerikan. Anda baik-baik saja satu menit.

Namun, satu menit kemudian tanpa peringatan dan tanpa alasan yang jelas.

Anda merasa kesal atau depresi atau cemas atau gugup atau secara umum kesal, dan kemudian baik-baik saja kembali.

Perubahan suasana hati telah dikaitkan dengan berbagai sumber, dan sangat sering disebabkan oleh perubahan hormon, gangguan emosional, dan bisa karena stres.

Beberapa penelitian lain pun menyatakan bahwa makanan mempengaruhi suasana hati. Jadi, ketika sel-sel kekurangan nutrisi dan energi akibat diet, maka akan kekurangan hormon bahagia.

Baca Juga: Pengorbanan Ibu: Anak Terilit Hutang karena Pinjol, Ibu Rela Jual Ginjal untuk Melunasi

2. Merasa Lelah Sepanjang Waktu

Wajar jika kamu mengalami stres, kita pun akan merasa lebih lelah dari biasanya.

Tetapi jika kamu selalu merasa lelah, itu bisa menjadi tanda masalah medis.

Masalah medisnya seperti diabetes atau sleep apnea, masalah psikologis, atau pilihan gaya hidup yang buruk.

Jika Kamu menemukan diri bersikeras bahwa Kamu baik-baik saja dan ceria, tetapi Kamu lelah sepanjang waktu.

Itu bisa menjadi pertanda sesuatu yang harus kita cari penyebabnya.

Mulailah dengan menetapkan batasan, membuat tujuan yang realistis, dan mempraktikkan perubahan pada pola pikirmu.

Baca Juga: Intip Revenue Perusahaan Tesla Besutan Elon Musk yang Jadikannya Orang Terkaya di Dunia

3. Berusaha Keras untuk Menunjukkan Betapa Hebat Hidup Anda

Jika seseorang bertindak seolah-olah ia puas dengan hidupnya, dengan tujuan hanya untuk membuat orang-orang di sekitarnya iri dan cemburu.

Kebahagian palsu tersebut mungkin tampak seperti sebuah tembok yang dibuatnya sebagus dan seindah mungkin.

Itulah sebabnya ia berusaha sekuat tenaga untuk menampilkan yang terbaik.

Misalnya, ketika liburan, ia menghabiskan waktu liburannya hanya mengurusi konten akun media sosialnya.

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kepada rekan-rekannya betapa bahagia dan lebih baik hidupnya dibandingkan hidup mereka.

Kepuasan Kamu dalam hidup datang dari menunjukkan diri kepada orang lain betapa hebatnya hidup itu, Kamu jelas kehilangan intinya.

Kebahagiaan palsu sengaja ditunjukkan atau dipamerkan secara daring maupun luring.

Hal ini menjadi indikator yang jelas bahwa Kamu tidak benar-benar menikmati momen luar biasa dalam hidupmu.

Baca Juga: Pengorbanan Ibu: Anak Terilit Hutang karena Pinjol, Ibu Rela Jual Ginjal untuk Melunasi

4. Suka Menyendiri

Orang-orang yang sedang berpura-pura bahagia biasanya berusaha menghindari diri dari pergaulan dengan orang lain.

Penelitian menyebutkan bahwa terisolasi secara sosial dapat merusak kesehatan kita dalam jangka panjang.

Dengan menantang diri sendiri untuk tetap lebih terhubung dengan orang-orang disekitarmu, Kamu dapat berhenti berpura-pura bahagia dan lebih merasa puas.

Adanya hubungan yang baik dengan teman dapat mengurangi stres, lebih sehat, dan membantu Kamu mengatasi kekecewaan.

5. Terpengaruh dengan Minum Minuman Beralkohol atau Melakukan Hal-Hal Buruk

Permulaan penggunaan narkoba dan konsumsi alkohol di kalangan remaja biasanya terjadi karena berhubungan dengan penyakit mental.

Oleh karena itu, jika Kamu cenderung bergembira secara berlebihan bersama teman-teman di akhir pekan, Kamu mungkin tidak benar-benar menikmati itu melainkan untuk mengobati luka tersembunyi.

6. Tidak Bisa Diam

Apakah Kamu tipe orang yang tidak bisa diam? Menganggur sebentar saja sudah bikin langsung kelimpungan.

Sebenarnya kesibukkan yang terus-menerus dilakukan ini hanyalah pengalihan perhatian semata dari kehidupan yang bermasalah.

Hal ini hanya menghentikan sedihnya sementara, yang penting terus sibuk dan terus melakukan aktivitas.

7. Merasa Selalu Baik-Baik Saja dan Hidup Tanpa Masalah

Orang-orang yang merasa baik-baik saja dalam hidupnya, belum tentu baik pada kenyataannya.

Mereka tidak mau mengungkapkan perasaannya, semua terasa datar-datar saja, walaupun dari sudut pandang orang lain bisa jadi itu masalah berat.

Bukannya menyuruh seseorang untuk mudah mengeluh, tapi ingat bahwa setiap masalah juga layak dipikirkan dan diberi perhatian. Bukannya dikucilkan dan dianggap tidak signifikan.***

 
 

Editor: Andini P.

Sumber: Berpura-pura Bahagia Itu Melelahkan Karya Asti Musman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Malas Jalan Kaki. Baca Manfaatnya Bagi Tubuhmu

Minggu, 27 November 2022 | 12:53 WIB

Apa Itu Agoraphobia? Inilah Definisi Dan Penyebabnya

Minggu, 27 November 2022 | 10:27 WIB

Asal Usul dan Cara Menyembuhkan Inner Child

Minggu, 27 November 2022 | 08:46 WIB

Resep Pancake: Bisa Diberi Toping Macam-Macam Lho

Sabtu, 26 November 2022 | 20:40 WIB
X