Apa itu Bipolar? Simak Penjelasan Lengkap Tentang Gangguan Kesehatan Jiwa

photo author
- Senin, 7 Februari 2022 | 07:00 WIB
Karena gangguan bipolar merupakan kondisi kronis,Tetapi perawatan dini serta pengobatan sangat penting untuk menekan gejala-gejala orang penderita bipolar. (Pixabay/geralt)
Karena gangguan bipolar merupakan kondisi kronis,Tetapi perawatan dini serta pengobatan sangat penting untuk menekan gejala-gejala orang penderita bipolar. (Pixabay/geralt)

LIPUTANBEKASI.COM – Gangguan bipolar merupakan gangguan kesehatan jiwa yang menyebabkan perubahan mood, energi dan konsentrasi secara tidak wajar.

Penderita gangguan bipolar ini bisa merasa sangat bahagia kemudian berubah menjadi sangat sedih.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) di tahun 2017, ada sekitar 45 juta orang di seluruh dunia yang menderita gangguan bipolar.

Gangguan bipolar merupakan salah satu penyebab utama cacat dan kematian akibat bunuh diri di seluruh dunia.

Baca Juga: Artis Muda, Umay Shahab Menjadi Sutradara Film Kukira Kau Rumah

Gangguan bipolar dapat diderita seumur hidup sehingga akan mempengaruhi aktivitas penderitanya.

Dengan pemberian obat-obatan dan psikoterapi dapat membantu penderita menjalani kegiatan sehari-hari.

Seseorang yang memiliki gangguan bipolar akan memiliki dua fase atau dua suasana hati yang berlawanan, fase itu disebut sebagai Fase Mania dan Fase Depresi.

Baca Juga: Biodata Lengkap Prilly Latuconsina Serta Perjalanan Karier, Tidak Banyak Orang yang Tahu

Fase Mania

Pada fase ini penderita bipolar akan merasa hiperaktif, berbicara lebih cepat dari biasanya, ingin melakukan banyak hal sekaligus dan lebih nekat dalam pengambilan keputusan.

Fase Depresi

Baca Juga: Sinopsis Film Terbaru ‘Kukira Kau Rumah’ Mengambil Isu Tentang Gangguan Bipolar

Pada fase ini penderita bipolar akan merasa lesu, berbicara sedikit atau bahkan tidak berbicara sama sekali. Fase depresi ini akan sangat kesulitan untuk melakukan aktivitas sederhana sekalipun dan kehilangan motivasi untuk melakukan hal-hal yang biasanya disukai.

Tetapi ada juga penderita gangguan bipolar yang menderita kedua fase tersebut, gejala ini dikenal sebagai Fase Campuran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X