Dulu, Sering dipuja kini Plastik Menjadi Beban bagi Umat Manusia

photo author
Langgeng Ikhtiar Pribadi, Liputan Bekasi
- Selasa, 2 November 2021 | 21:27 WIB
Limbah plastik. (/Pixabay/Thanks for your Like)
Limbah plastik. (/Pixabay/Thanks for your Like)

LIPUTAN BEKASI – pada suatu hari plastik ingin menyampaikan uneg unegnya kepada bumi lewat sambungan telepon. Ada banyak hal yang ingin dia sampaikan.

Bumi dan Plastik pertama kali berjumpa di antara tahun 1907 dan 1908. Dia bilang bahwa plastik berbeda dari tipe yang biasanya kamu suka.

Masa masa indah mereka berdua serta kenangan masih sangat tersimpan jelas dan membuatnya tertawa.

Bumi bilang bahwa ia unggul dan fleksibel dan itu membuat bumi sangat tertarik dengan plastik.

Baca Juga: Nyaris Setinggi 2 Meter, Kini Banjir di Bumi Nasio Indah Kota Bekasi Mulai Surut

Untuk hari ini dan mungkin dimasa yang akan datang, pembahasan antara bumi dan plastik masih akan berlanjut.

Walaupun masalah bumi tidak hanya pada plastik saja, tetapi ia harus meredakan perubahan iklim yang terjadi pada dirinya serta cuaca buruk yang sedang dialami.

Hubungan antara bumi dan plastik tidak pernah mengenai hal hal yang romantis.

Baca Juga: Pada 2 November 2021, IHSG Jeblok di Angka 6.493 atau Turun ke 59.61 Poin Pada Hari Ini

Bumi selalu bilang bahwa ia suka hal hal yang sangat simple dan sederhana, seperti halnya adalah menjaga makanan tetap segar dan tidak cepat membusuk, lalu ada perlindungan dari berbagai elemen dan unsur, dan yang terakhir menjaga mereka agar tetap terhibur.

Tapi disatu sisi jangan lupakan plastik, ia juga membantu dalam memenangkan peperangan kala itu. Mengangkat standar hidup untuk memberimu cara agar tetap terhubung.

Apakah anda ingat tentang arti kehidupan sebelum plastik ada di bumi?

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 2 November 2021: Elsa Dijebloskan Ke Penjara Akibat Irvan

Banyak gajah yang dibunuh untuk diambil gading mereka satu persatu, lalu kura kura dicabik cabik cangkangnya-untuk bisa menyediakan hal hal yang bisa ia berikan tanpa melakukan penderitaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nurrijal Fahmi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X