Kisah Sejarah dari Dalgona, Tak Semanis Dari Rasanya

photo author
Langgeng Ikhtiar Pribadi, Liputan Bekasi
- Jumat, 15 Oktober 2021 | 06:40 WIB
Permen Dalgona. (/Tangkap layar Youtube Pufflova)
Permen Dalgona. (/Tangkap layar Youtube Pufflova)

LIPUTAN BEKASIPermen dalgona merupakan bukan hal yang aru untuk buat orang orang yang berada di Korea.

Namun pasca kemunculannya di serial Netflix Squid Game, permen itu pun langsung terkenal ke seluruh penjuru dunia.

Sutradara dari Squid Game bernama Hwang Dong-Hyuk sendiri menghadirkan makanan tradisional Korea Selatan ini lantaran pengalaman pribadinya.

Permainan dengan tema hidup-mati tersebut terinspirasi oleh pengalaman dari sutradara Hwang Dong-hyuk yang telah tumbuh di Seoul pada tahun 1970-an.

Baca Juga: Taliban Menemui Uni Eropa – AS, Afghanistan Dijanjikan Bantuan Sebesar 1.2 M Dollar Amerika

Dia sendiri mengatakan dulunya juga ada hadiah ekstra untuk anak anak yang berhasil memotong permen gula ini sesuai bentuknya masing masing.

Hadiah dari memotong permen tersebut bagi seorang anak yang berhasil akan mendapatkan dalgona gratis lainnya.

Hwang sendiri selalu bertekad untuk memenagkan hadiah ekstra dan ingin menggunakan beberapa taktik dalam usahanya itu, termasuk menjilati permen untuk melonggarkan bentuknya dan langsung di eksekusi menggunakan jarum yang dipanaskan di atas briket.

Baca Juga: Tips Keramas Agar Rambut Anda Sehat, Simak Faktanya

“saya sendiri membuat pembuat dari dalgona pun terheran heran ketika saya berhasil memotong bentuk payung yang paling rumit,” dalam sebuah video Youtube seperti dilansir dari AFP.

Lalu, bagaimana yang gagal? Tenang saja yang gagal tentu tidak akan dibunuh seperti dalam film Squid Game tersebut, melainkan yang gagal tidak akan mendapatkan jatah permen lagi.

Tapi kamu tahu tidak sii bagaimana sejarah dari permen dalgona tersebut?

Baca Juga: 7 Kebiasaan Di Pagi Hari yang Mempertajam Kemampuan Otak: Salah Satunya Bermain Sudoku

Dalgona sendiri terbuat dari gula yang dimasak sampai nyaris gosong atau hangus ini merupakan permen tradisional Korea. Permen ini bahkan bisa dikaitkan dengan sebuah kemiskinan pascaperang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nurrijal Fahmi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X