Tragedi Pembunuhan Terkenal di Malaysia: Mona Fandey dan Kelompoknya Membunuh Tokoh Politik Mazlan Idris

photo author
Andini P., Liputan Bekasi
- Kamis, 12 Januari 2023 | 14:36 WIB
Potret Mona Fandey yang terlihat menakutkan
Potret Mona Fandey yang terlihat menakutkan

LIPUTANBEKASI.COM - Mona Fandey lahir dengan nama asli Maznah Ismail. Ia lahir dan dibesarkan di Kelantan, Malaysia. Sebelum terlibat dalam kasus pembunuhan yang mengakibatkan kematian menteri besar Pahang, Mona dikenal sebagai seorang penyanyi dan pelaku tata rias. Ia juga mengklaim diri sebagai dukun dan berpura-pura memiliki kekuatan supernatural.

Pada tahun 1990, Mona bertemu dengan suaminya, Ahmad Najib Aris, yang kemudian menjadi rekan dalam kelompoknya. Mona dan Ahmad Najib mengklaim diri sebagai dukun spiritual yang dapat membantu orang-orang yang memiliki masalah. Mereka menjual jimat-jimat dan menjanjikan solusi masalah keuangan atau percintaan.

Baca Juga: Toyota supra MK4: mobil sport legendaris dengan performa dan desain yang memukau

Namun, motivasi Mona dalam kasus pembunuhan tersebut tidak jelas. Beberapa spekulasi menyatakan bahwa ia melakukannya karena ingin mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan, sementara yang lain menganggap bahwa ia terobsesi dengan kekuatan supernatural dan menganggap diri sebagai "Ratu Dukun" yang dapat menentukan nasib seseorang.

Kasus pembunuhan terkenal yang dilakukan oleh Mona Fandey dan kelompoknya adalah pembunuhan terhadap menteri besar negeri Pahang, Datuk Mazlan Idris. Pada tahun 1993, Mona dan suaminya, Ahmad Najib Aris, bekerja sama dengan seorang pria bernama Juraimi Hassan dalam pembunuhan ini.

Baca Juga: Toyota supra MK4: mobil sport legendaris dengan performa dan desain yang memukau

Ketiga pelaku ini mengaku sebagai dukun spiritual yang dapat membantu korban dalam masalah keuangan dan percintaan. Mereka mengajak korban, Datuk Mazlan Idris, untuk datang ke sebuah kediaman di kampung Batu 14, Pekan, Pahang untuk ritual yang dijanjikan dapat menyelesaikan masalah keuangan yang dihadapinya.

Namun, setelah sampai di tempat tersebut, Mona dan kelompoknya menyiksa dan membunuh Datuk Mazlan Idris dengan cara yang kejam. Mereka juga menghilangkan mayat korban dengan memotong dan menyembunyikannya di dalam sebuah lubang di belakang rumah Mona.

Baca Juga: Toyota supra MK4: mobil sport legendaris dengan performa dan desain yang memukau

Setelah peristiwa tersebut, Mona dan kelompoknya ditangkap dan diadili. Pada tahun 2001, mereka dihukum mati atas tuduhan pembunuhan. Eksekusi dilakukan pada tahun 2001.

Kasus ini menyedot perhatian besar dari masyarakat dan media, karena kekerasan yang dilakukan dan motif yang tidak jelas dari tindakan Mona dan kelompoknya. Ini dianggap sebagai salah satu kasus pembunuhan terkenal di Malaysia.

Kronologi pembunuhan menteri besar negeri Pahang, Datuk Mazlan Idris, oleh Mona Fandey dan kelompoknya adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Toyota supra MK4: mobil sport legendaris dengan performa dan desain yang memukau

  1. Pada bulan Juli 1993, Mona Fandey dan suaminya, Ahmad Najib Aris, menyatakan diri sebagai dukun spiritual yang dapat membantu orang-orang yang memiliki masalah keuangan dan percintaan. Mereka menjual jimat-jimat dan menjanjikan solusi masalah kepada korban potensial.
  2. Pada bulan Agustus 1993, Mona dan kelompoknya mengontak Datuk Mazlan Idris, menteri besar negeri Pahang yang saat itu sedang mengalami masalah keuangan dan ingin mencari solusi. Mereka mengajaknya untuk datang ke sebuah kediaman di kampung Batu 14, Pekan, Pahang untuk ritual yang dijanjikan dapat menyelesaikan masalahnya.
  3. Pada tanggal 22 Agustus 1993, Datuk Mazlan Idris datang ke tempat yang dijanjikan, di mana ia disambut oleh Mona, suaminya dan seorang rekan bernama Juraimi Hassan. Ketiga pelaku ini menyeretnya ke dalam sebuah bilik dan menyiksa dan membunuhnya dengan cara yang kejam.
  4. Mona dan kelompoknya kemudian memotong tubuh korban dan menyembunyikannya di dalam sebuah lubang yang dibuat di belakang rumah Mona.
  5. Pada tanggal 31 Agustus 1993, polisi menangkap Mona, suaminya dan Juraimi Hassan setelah menerima laporan dari keluarga korban yang tidak dapat menemukannya. Mereka menemukan beberapa barang bukti di rumah Mona, termasuk jenazah korban yang ditemukan di lubang yang dibuat di belakang rumahnya.
  6. Mona Fandey dan kelompoknya dikenakan tuduhan pembunuhan dan diadili. Pada tahun 2001, mereka dihukum mati atas tuduhan tersebut. Eksekusi dilakukan pada tahun 2001.
  7. Pembunuhan yang dilakukan oleh Mona Fandey dan kelompoknya adalah tindakan kekerasan yang sangat kejam dan tidak dapat diterima. Ini adalah contoh dari bagaimana keinginan untuk mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan dapat menjadi motivasi yang sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi korban dan keluarga mereka.

Baca Juga: Toyota supra MK4: mobil sport legendaris dengan performa dan desain yang memukau

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: TikTok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X