Benarkah Subsidi Motor dan Mobil Listrik Terancam Batal? Simak Selengkapnya

photo author
Mauidhotul Husniyah, Liputan Bekasi
- Rabu, 21 Desember 2022 | 10:44 WIB
Benarkah Subsidi Motor dan Mobil Listrik Terancam Batal? Simak Selengkapnya ((alvaauto.com))
Benarkah Subsidi Motor dan Mobil Listrik Terancam Batal? Simak Selengkapnya ((alvaauto.com))

LIPUTANBEKASI.COM – Benarkah subsidi motor dan mobil listrik terancam batal? simak selengkapnya.

Baru-baru ini, pemerintah mengumumkan pembahasan pemberian subsidi pembelian kendaraan listrik. Mobil listrik Rp 80 juta dan sepeda motor listrik Rp 8 juta.

Subsidi yang diberikan pemerintah sebesar Rp 80 juta untuk mobil listrik baterai. Kemudian besaran subsidi untuk mobil listrik hybrid sebesar Rp 40 juta.

Baca Juga: Inilah manfaat konsumsi makanan pedas untuk kesehatan tubuh, simak penjelasanya

Subsidi 8 juta rubel akan diberikan untuk sepeda motor listrik baru, sekitar 5 juta rubel untuk mesin yang akan dikonversi menjadi listrik bersubsidi.

Subsidi untuk pembelian sepeda motor listrik terancam batal karena tidak masuk ke dalam APBN 2023?.

Pemerintah terus berupaya dan mengakselerasi kehadiran ekosistem mobil listrik.

Salah satunya berencana memberi subsidi pembelian sepeda motor listrik.

Baca Juga: Steve Jobs mengirim email ke dirinya sendiri setahun sebelum kematiannya

Akan tetapi, rencana subsidi sepeda motor listrik untuk masyarakat tampaknya tidak mudah.

Bahkan bisa dikatakan terancam terbengkalai. Hal tersebut terjadi karena adanya kendala pada anggaran.

Said Abdullah, Kepala Badan Anggaran DPR, mengatakan jika pemerintah menggunakan uang untuk mensubsidi pembelian sepeda motor listrik, tidak masuk dalam APBN 2023 mendatang.

Said mengungkapkan, jika bantuan tunai untuk pembelian mobil dan sepeda motor listrik tahun depan (2023) terwujud, sebenarnya tidak ada alokasi APBN 2023 untuk mendukung kebijakan ini.

Said mengapresiasi rencana subsidi pembelian sepeda motor listrik yang harus dipertimbangkan matang-matang oleh pemerintah.

Said menambahkan, kebijakan energi dan transportasi masih tumpang tindih. Namun menurutnya, keduanya terkait antara supply dan permintaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Arifka Brilliana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X