Pemprov DKI siapkan dana Rp. 18 Miliar di tahun 2023, Hanya untuk bersihkan Tugu Emas Monas

photo author
Zian Fauzan Ramadhan, Liputan Bekasi
- Rabu, 14 Desember 2022 | 11:41 WIB
Pembersihan Tugu Emas Monumen Nasional, Butuhkan Dana Hingga Rp. 18 Miliar
Pembersihan Tugu Emas Monumen Nasional, Butuhkan Dana Hingga Rp. 18 Miliar

LIPUTANBEKASI.COM - Monumen Nasional atau yang sering di kenal dengan Monas, menjadi primadona tempat wisata bagi para warga DKI Jakarta bahkan beberapa daerah lainnya.

Tugu Monas ini memiliki sekali keunikan dan menjadi Icon Kota Jakarta, salah satu keunikannya adalah tugu emas yang berada di Atas Monumen Nasional ini, yang terbuat dari campuran emas murni asli.

Tempat wisata Monumen Nasional atau Monas, saat ini menjadi tanggung jawab pihak provinsi DKI Jakarta.

Beberapa perawatan gedung Monas ini selalu dilakukan secara berkala oleh pihak pengelola untuk bagian dalam dan luar gedung.

Namun untuk bagian Tugus Emas hanya dilakukan beberapa tahun sekali saja karena untuk pembersihan tugu Emas ini membutuhkan biaya yang cukup fantastis.

Baca Juga: Aldi Taher sukses manggung di UI, warganet: nyanyiin lagu Lesti Sayang Rizki Billar enggak?

Pihak pengelola Sebut "Memandikan" Tugu Emas  Monas Butuh Biaya Rp 10-18 Miliar

Pengelola Monumen Nasional (Monas) menyebutkan bahwa pembersihan tugu peringatan setinggi 132 meter di Jakarta Pusat itu membutuhkan biaya Rp 10 hingga 18 miliar.

"Untuk pembersihan atau restorasi tugu, kurang lebih anggaran yang diperlukan Rp 10-18 miliar," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Isa Sarnuri kepada wartawan.

Isa mengatakan, Tugu Monas kali terakhir "dimandikan" pada 2014 silam,jadi sudah 8 Tahun Monas ini tidak dibersihkan pada bagian Tugu Emas dan luar bangunan.

Pengelola berencana membersihkan Tugu Monas pada tahun depan, dengan menggunakan dana dari koefisien lantai bangunan (KLB) atau corporate social responsibility (CSR).

Hal ini dikarenakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mengalokasikan anggaran pembersihan Tugu Monas, Jakarta Pusat, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023.

Baca Juga: Dua Belas Makanan Terburuk untuk Dimakan Jika Memiliki Tekanan Darah Tinggi

"Kalau untuk anggaran APBD 2023 memang belum tercover karena memerlukan biaya yang cukup besar, tetapi untuk pelaksanaannya nanti dimungkinkan menggunakan sumber dana seperti SP3L, KLB, dan CSR. Itu yang sedang kami usahakan," ujar Isa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X