LIPUTANBEKASI.COM-Kesigapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya mempercepat pembebasan lahan terhadap rumah warga yang menghalangi proses normalisasi kali Ciliwung.
Hal ini dikarenakan masih banyaknya pemukiman atau rumah-rumah warga di sepanjang bantaran kali Ciliwung yang menghalangi.
Menurut keterangan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang dikutip dari ANTARA pada Sabtu (12/11/2022) menyebutkan, “warga terdampak dapat memilih menerima kompensasi atas kepemilikan hak tanah ataupun realokasi ke rumah susun yang telah disiapkan pemerintah provinsi.”
Baca Juga: Waspada! Inilah dampak berbahaya bagi kesehatan jika terlalu banyak tidur - Simak Selengkapnya
Adapun anggaran yang dikucurkan dalam pembebasan lahan dalam program pengendalian banjir untuk normalisasi kali Ciliwung sepanjang 4,8 Km, diusulkan sebesar 700 Miliar Rupiah dalam rancangan APBD 2023.
Sejalan dengan rencana pembebasan lahan tersebut juga secara bersamaan dilakukannya pembangunan rumah susun bagi warga yang terdampak dan memilih untuk direlokasi. Dalam hal ini anggaran pembangunan rumah susun mencapai 178 Miliar Rupiah.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar kerja bakti yang secara langsung melibatkan warga dan masyarakat sekitar dibantu oleh personel gabungan dari Kostrad, Kopassus, Marinir, dan Brimob, di wilayah Tugu Tani sampai dengan Masjid Istiqlal.
Baca Juga: Lebih Baik Beli Toyota bZ4X Atau Hyundai IONIQ 5? Simak Penjelasannya
Menurut Asep Kuswanto selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, “Jakarta merupakan sebuah kota kolaborasi yang mana selalu menyediakan ruang untuk warga untuk pembangunan tata kota dan penataan aliran air kali Ciliwung yang saat ini bekerja bakti bersama dengan personil gabungan.”
Ia kemudian menambahkan, Kali Ciliwung menghadapi tantangan dan permasalahan yaitu, menurunnya kapasitas aliran yang disebabkan oleh penyempitan sungai, sedimentasi , juga menurunnya kualitas air akibat cemaran limbah rumah tangga dan peningkatan jumlah sampah yang terbawa arus aliran.
Secara langsung semua tantangan dan permasalahan tadi sangat berdampak pada potensi banjir di Provinsi DKI Jakarta.
Asep menuturkan terdapat lima titik yang menjadi fokus saat ini dalam kerja bakti bersama Kostrad, Kopassus, Marinir dan Brimob mulai dari aliran Ciliwung di Tugu Tani, hingga Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat.***
Artikel Terkait
Simak Perbedaan Peringatan Hari Ayah Sedunia Dengan Hari Ayah Nasional
Terkena E-Tilang? Jangan di cuekin sanksi yang akan diberikan Fatal - Data STNK bisa di blokir
Farel Prayoga Diisukan Meninggal Dunia, Ini Faktanya!
Kerusakan Utama Sepeda Motor Listrik dan Cara Perbaikinya
Lowongan Kerja BUMN Terbaru November 2022 BRI Membuka Rekrutmen Bagi Lulusan S1 dan S2
Rawan Longsor di Jalur Cadas Pangeran - Akhirnya Tol Cisumdawu siap di buka Akhir tahun 2022
Siap Menjadi Wakil Bupati Bekasi Di 2024, Dul Jaelani Putra Musisi Ahmad Dhani Sambangi Warga Setempat
Masih Janggal! Satu Keluarga Tewas di Kalideres Jakarta diduga Kelaparan, Tidak makan berhari - hari
Mengapa Tanggal 12 November diperingati Hari Ayah Nasional? Ternyata Inilah Alasannya
Ivan Gunawan Doakan Ayu Ting-Ting Dapat Pasangan Hebat: Karena Dia Juga Wanita Kuat