Diantara 2 Pilihan Normalisasi Ciliwung , Kompensasi Atau Relokasi

photo author
Brama Samudera Jurnalista, Liputan Bekasi
- Sabtu, 12 November 2022 | 18:30 WIB
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat wawancara dengan ANTARA  Sumber Foto: tangkap layar Youtube Antara
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat wawancara dengan ANTARA Sumber Foto: tangkap layar Youtube Antara

LIPUTANBEKASI.COM-Kesigapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya mempercepat pembebasan lahan terhadap rumah warga yang menghalangi proses normalisasi kali Ciliwung.

Hal ini dikarenakan masih banyaknya pemukiman atau rumah-rumah warga di sepanjang bantaran kali Ciliwung yang menghalangi.

Menurut keterangan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang dikutip dari ANTARA pada  Sabtu (12/11/2022) menyebutkan, “warga terdampak dapat memilih menerima kompensasi  atas kepemilikan hak tanah ataupun realokasi ke rumah susun yang telah disiapkan pemerintah provinsi.”

Baca Juga: Waspada! Inilah dampak berbahaya bagi kesehatan jika terlalu banyak tidur - Simak Selengkapnya

Adapun anggaran yang dikucurkan dalam pembebasan lahan dalam program pengendalian banjir untuk normalisasi kali Ciliwung sepanjang 4,8 Km, diusulkan sebesar 700 Miliar Rupiah dalam rancangan APBD 2023.

Sejalan dengan rencana pembebasan lahan tersebut juga secara bersamaan  dilakukannya pembangunan rumah susun bagi warga yang terdampak dan memilih untuk direlokasi. Dalam hal ini anggaran pembangunan rumah susun mencapai 178 Miliar Rupiah.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar kerja bakti yang secara langsung melibatkan warga dan masyarakat sekitar dibantu oleh personel gabungan dari Kostrad, Kopassus, Marinir, dan Brimob, di wilayah Tugu Tani sampai dengan Masjid Istiqlal.

Baca Juga: Lebih Baik Beli Toyota bZ4X Atau Hyundai IONIQ 5? Simak Penjelasannya

Menurut Asep Kuswanto selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, “Jakarta merupakan sebuah kota kolaborasi yang mana selalu menyediakan ruang untuk warga untuk pembangunan  tata kota dan penataan aliran air kali Ciliwung yang saat ini bekerja  bakti bersama dengan personil gabungan.”

Ia kemudian menambahkan,  Kali Ciliwung menghadapi tantangan dan permasalahan yaitu, menurunnya kapasitas aliran yang disebabkan oleh penyempitan sungai, sedimentasi , juga menurunnya kualitas air  akibat cemaran limbah rumah tangga dan peningkatan jumlah sampah yang terbawa arus aliran.

Secara langsung semua tantangan dan permasalahan tadi sangat berdampak pada potensi banjir di Provinsi DKI Jakarta.

Asep menuturkan terdapat lima titik yang menjadi fokus saat ini dalam kerja bakti bersama Kostrad, Kopassus, Marinir dan Brimob mulai dari aliran Ciliwung di Tugu Tani, hingga Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Youtube Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X