Ahok Ungkap Isi Hati Karena Disalahkan Atas Kenaikan BBM, Netizen : Cuci Tangan Nih?

photo author
Pingkan Alistiyani, Liputan Bekasi
- Senin, 7 November 2022 | 12:52 WIB
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Instagram @basukibtp)
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Instagram @basukibtp)

LIPUTANBEKASI.COM – Mantan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akhirnya angkat bicara soal kenaikan harga BBM.

Ahok yang merupakan komisaris utama PT Pertamina (persero) itu mengungkapkan isi hatinya yang kerap kali disalahkan atas naiknya harga BBM di Indonesia.

Ahok menuturkan banyaknya orang yang berpikir bahwa kenaikan harga bahan bakar yang terjadi merupakan kesalahan yang diperbuat oleh dirinya.

“Pokoknya apa-apa Ahok yang salah. Tapi memang faktanya, kita terlalu takut untuk subsidi langsung ke masyarakat.” Jelas Ahok.

Meskipun dirinya menjabat sebagai komisaris utama, namun mantan gubernur ibu kota ini mengaku dirinya hanyalah orang dalam urutan kelima dalam pusaran penentuan kebijakan termasuk dalam hal yang berkaitan dengan harga BBM.

Baca Juga: Motif Perselingkuhan dan Kenali Latar Belakang Kasusnya – Yuk Jaga Pasangan dan Keluarga Kita!

Dalam penuturannya itu, Ahok sempat bergurau bahwa dirinya merasa senang meskipun hanya menjadi orang kelima di Pertamina, karena tidak perlu mengikuti banyak ceremony yang diadakan dan menyerahkan semua hal tersebut kepada Nicke Widyawati, yang menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina.

“Tidak perlu menemani DPR, menteri, tidak ada acara ceremony yang banyak, sama Dirut aja.” Ujarnya saat melontarkan gurauan.

Kenaikan harga BBM tentu saja terus menerus menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia, karena kenaikan ini akan berimbas kepada kenaikan pengeluaran dan harga bahan lainnya.

Pada saat Presiden Jokowi menaikkan harga BBM pada bulan September 2022 lalu, Jokowi dan pemerintahannya berdalih bahwa harga BBM harus dinaikkan guna mengurangi beban APBN.

Baca Juga: 5 Penyebab Anak menjadi Nakal dan Keras Kepala - No. 5 Sering dilakukan Orang Tua

Kenaikan APBN yang melonjak terjadi akibat kenaikan subsidi bahan bakar yang pada awalnya sebesar Rp 170 triliun menjadi Rp502 triliun.

Ahok juga menyebutkan siapa saja yang berada di atas posisinya itu.

“Ada Presiden, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Inves), Menteri BUMN, keempat yaitu eksekusi Direktur Utama (Dirut) Pertamina.) jelas Ahok.

Pernyataan yang dilontarkan oleh Basuki Tjahaja Purnama ini tentu saja tidak luput dari komentar netizen yang merasakan dampak dari kenaikan harga bahan bakar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dillast Prilmulyo

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X